kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

RI cermati upaya Cina inisiasi kerjasama dagang


Selasa, 23 September 2014 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Daun kari bisa mengobati asam urat dan mencegah kanker.


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah Indonesia cermati langkah Cina terkait inisiatif yang disulkan dalam perdagangan internasional. Pasalnya, Cina merupakan negara yang menjadi mesin pertumbuhan Asia dan skala perekomoniannya merupakan yang terbesar setelah Amerika Serikat (AS).

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, setidaknya ada dua inisiasi yang diajukan oleh Cina dalam perannya di perdagangan Internasional. Pertama, Cina akan mendorong free trade area on asia pasific atau perdagangan bebas di asia pasifik. 

Ide tersebut sebenarnya sudah diutarakan oleh Cina sejak delapan hingga sembilan tahun yang lalu. "Namun karena Cina pada tahun ini menjadi ketua APEC, maka pemerintah negeri tirai bambu tersebut akan lebih menekan lagi," kata Bayu, Selasa (23/9).

Kedua, inisiasi yang diajukan oleh Cina adalah membentuk alur perdagangan jalur sutra maritim abad 21 alias 21st Century Maritime Silk Road. Alur perdagangan tersebut mengadopsi dari perjalanan dagang laksamana cheng ho. 

Dalam kebijakan ini, Cina akan kembali menghidupkan kembali jalur perdagangan yang telah berlangsung berabad-abad yang lalu. Jalur perdagangan tersebut antara lain melalui laut Cina Selatan, Palembang, Malaka, India dan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×