kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

RI peringkat dua dunia sebagai konsumen teroptimis


Selasa, 27 Januari 2015 / 21:02 WIB
RI peringkat dua dunia sebagai konsumen teroptimis
ILUSTRASI. Deretan bendera partai politik terpasang di tengah jalan di sepanjang jalan Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (25/7/2023). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Berdasarkan hasil survey yang dikeluarkan Perusahaan Konsultan Manajemen McKinsey & Company Indonesia, diketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah konsumen paling optimis kedua di dunia.

"Indonesia berada di peringkat kedua sebagai konsumen teroptimis di dunia dengan perolehan angka 125. Di mana rata-rata dunia hanya 98. Peringkat pertama adalah India sebesar 126," jelas Guillaume de Gantes selaku Principal Perusahaan Konsultan Manajemen McKinsey & Company Indonesia dalam acara Mandiri Investment Forum, di Jakarta, Selasa (27/1).

Sementara itu, menurutnya, Indonesia saat ini berada di 20 besar dunia berdasarkan faktor konsumsi pribadi. Sebagian besar masyarakat Indonesia juga membeli produk jasa finansial, sedangkan produk kedua yang paling sering dikonsumsi adalah sektor hiburan (leisure).

"Di tahun 2030 diproyeksikan sektor jasa finansial akan meraup US$ 565 juta. Sedang sektor leisure ditargetkan sebesar US$ 105 juta," kata Guillaume.

Dirinya menambahkan, masyarakat Indonesia adalah konsumen dengan prioritasnya ada di keluarga. Jadi, ketika mencari produk/jasa akan mencari yang ada keuntungan/manfaat bagi keluarganya.

"Konsumen Indonesia adalah konsumen dengan orientasi utamanya keluarga. Jadi mereka akan mendengarkan masukan dari keluarga untuk konsumsi atau mencari barang/jasa yang ada benefitnya untuk keluarga," kata Guillaume.

Menurutnya, Indonesia sangat berbeda jika dibandingkan dengan Tiongkok yang lebih individualistik dalam berperilaku ekonomi. Kata dia, konsumen Indonesia berbeda dengan semua negara yang ada di Asia. "Mereka lebih loyal jika menyangkut merek barang," kata Guillaume. (Stefanno Reinard Sulaiman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×