kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Riau Andalan Pulp perluas pasar ekspor


Senin, 26 Januari 2015 / 20:26 WIB
Riau Andalan Pulp perluas pasar ekspor
ILUSTRASI. Garuda Indonesia telah mengoperasikan layanan penerbangan langsung menuju Tanah Suci dari Makassar. Penerbangan tiap Selasa dan Sabtu.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Andri Indradie

JAKARTA. Perusahaan bubur kertas (pulp) dan kertas, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), segera melebarkan sayap ekspor ke sejumlah negara tahun ini. RAPP menargetkan, mampu meningkatkan jumlah negara tujuan ekspor dari 75 negara menjadi 85 negara tujuan ekspor, termasuk pasar ekspor Uni Eropa.

Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin mengatakan, strategi ini sejalan dengan pemerintah yang meningkatkan ekspor ke luar negeri. "Fokus ekspansi pasar masih akan tetap di Asia, Pasifik, Australia dan China," ujar Kusnan, Senin (26/1).

Tahun 2015, perusahaan Sukanto Tanoto ini menargetkan produksi tak akan tumbuh tinggi alias tak mencapai 5%. Kendati begitu, Kusnan optimistis, pasar tahun ini cukup kondusif. Sampai sekarang, kapasitas produksi kertas RAPP 820.000 ton per tahun. Merek Paper One masih jadi produk unggulan RAPP.

Sekitar 68% produksi kertas salah satu unit bisnis Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) di Indonesia ini didistribusikan ke Asia Pasifik, sisanya ke Uni Eropa. Sementara produksi pulp alias bubur kayu RAPP mencapai 2,8 juta ton per tahun, sekitar 92% didistribusikan ke Asia Pasifik dan 8% ke Uni Eropa.

Sustainability Director PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Petrus Gunarso menambahkan, RAPP memperkerjakan tak kurang dari 6.800 tenaga kerja langsung dan lebih dari 90.000 tenaga kerja tidak langsung. Sumber bahan baku berasal dari konsesi hutan tanaman yang dikelola secara mandiri dan perusahaan mitra yang menjadi pemasok jangka panjang dengan luas 480.000 hektare (ha).

RAPP punya lahan konsesi 338.536 ha, di mana 53% atau 179 ha di antaranya berada di lahan gambut. Khusus hutan tanaman rakyat, RAPP menginvestasikan US$ 1.200 per ha lahan tanam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×