Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (Elnusa), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, melaporkan telah berhasil menerapkan teknologi Casing While Drilling (CWD) terdalam di Indonesia dengan menggunakan Rig EMR-01.
Pencapaian ini diraih pada pengeboran Sumur Samberah (SEM)-195 di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur, dengan kedalaman 3.000 feet (ft).
Untuk diketahui, sumur SEM-195 memiliki total kedalaman 8.211 ftMD dengan desain dua section. Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) melakukan improvement signifikan melalui pengurangan section pengeboran serta penerapan CWD pada section pertama.
Rig EMR-01 Elnusa berperan sebagai tulang punggung operasi, mengawal seluruh tahapan pengeboran sejak tajak sumur hingga wellhead terpasang aman, dengan dukungan sistem rig yang terintegrasi dan beroperasi optimal.
Baca Juga: Luncurkan FolagoPro, IRSX Bidik Pertumbuhan Kinerja dari Bisnis Konser Musik
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk (ELSA), Andri Haribowo, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan semangat Elnusa dalam Rediscovering Technology & Innovation Edge.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menjawab tantangan industri migas sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/01/2026).
Keunggulan Rig EMR-01 terletak pada sistem terkomputerisasi dan integrasi teknologi seperti auto drill, Top Drive System, drawworks, dan Casing Drive System (CDS).
Integrasi ini memungkinkan proses pengeboran dan connection casing berlangsung lebih cepat, presisi, dan stabil dibandingkan metode konvensional, sekaligus meningkatkan kontrol parameter pengeboran secara menyeluruh.
Dari sisi kinerja, penerapan CWD dengan Rig EMR-01 memberikan dampak efisiensi yang signifikan dengan penghematan waktu pengeboran sekitar 97 jam.
Risiko operasional seperti gas dangkal dan kehilangan sirkulasi dapat diminimalkan, sehingga proyek ini mencatatkan zero Non-Productive Time (NPT) serta jam kerja aman tanpa kecelakaan, mencerminkan keandalan teknologi dan disiplin HSSE di lapangan.
Keberhasilan ini juga ditopang oleh kompetensi dan koordinasi tim dalam menghadapi tantangan teknis, mulai dari proses pick-up casing hingga pengeboran dengan casing yang menuntut sinkronisasi ketat antar kru rig, engineer, dan driller.
"Kolaborasi erat antara Elnusa dan PHSS Region 3 menjadi faktor kunci keberhasilan proyek ini. Seluruh sistem utama Rig EMR-01mulai dari circulating, hoisting, rotating, power, hingga blowout preventer system berjalan dengan kinerja terbaik, memungkinkan penyelesaian section pertama lebih cepat dari target perencanaan awal. Sepanjang 2025, Rig EMR-01 juga telah menyelesaikan 6 dari 9 sumur CWD secara aman, membuktikan kapabilitas teknis dan kepatuhan HSSE yang konsisten," tambah Andri.
Sebagai rig berbasis elektrik, Rig EMR-01 memberikan nilai tambah dari aspek lingkungan melalui emisi dan tingkat kebisingan yang lebih rendah serta efisiensi energi yang lebih baik serta mendukung target peningkatan produksi migas nasional menuju 1,59 juta BOEPD pada 2026 melalui keunggulan teknologi dan inovasi berkelanjutan.
Baca Juga: Kebijakan Wajib Beli Solar dari Pertamina Bakal Pengaruhi Pandangan Konsumen
Selanjutnya: Xabi Alonso Buka Peluang Kembali ke Liverpool Usai Dipecat Real Madrid
Menarik Dibaca: Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













