kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Riset: Bisnis logistik domestik tahun depan bakal tembus US$ 80 miliar


Rabu, 11 Desember 2019 / 16:24 WIB
Riset: Bisnis logistik domestik tahun depan bakal tembus US$ 80 miliar
ILUSTRASI. Riset Frost & Sullivan menyebut bisnis logistik domestik tahun depan bakal tembus US$ 80 miliar

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis transportasi dan logistik domestik diproyeksikan tahun depan masih tumbuh cukup tinggi. Tahun ini saja, berdasarkan riset Frost & Sullivan diproyeksikan pendapatan bisnis logistik dan pergudangan bisa mencapai US$ 75,2 miliar atau naik 6,2% dari tahun lalu US$ 70,8 triliun.

Mohamed Najib, Konsultan Keilmuan Transportasi dan Logistik Frost & Sullivan menyebutkan nilai aktual bisnis logistik di Indonesia sebetulnya sekitar US$ 250 miliar hingga US$ 280 miliar. Namun jumlah yang ditangani perusahaan-perusahaan logistik hanya senilai US$ 75,2 miliar.

Baca Juga: Apindo memproyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 masih menantang

"70%-nya itu hidden logistic cost, sumbangan riil industri transportasi dan logistik ini totalnya mencapai 24% dari GDP Indonesia," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/12)

Tahun depan, Frost & Sullivan memperkirakan bisnis transportasi dan logistik domestik akan menyentuh US$ 80 miliar. Salah satu driven-nya adalah pertumbuhan e-commerce yang bakal mencapai 40% dan pengeluaran untuk pembangunan US$ 410 miliar periode 2020-2024.

Zaldy Ilham Masita, Chairman Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebut outlook bisnis logistik tahun depan memang baik. Dirinya memperkirakan pertumbuhan logistik bisa mencapai 12% hingga 13% pada tahun depan. Pasalnya kebutuhan pengiriman barang ke depannya semakin tinggi.

Baca Juga: Estika Tata Tiara (BEEF) siapkan capex Rp 240 miliar, berikut rincian penggunaanya

"Kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia 5%-6% tahun depan, logistik bisa jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Sejalan dengan riset Frost & Sullivan, menurutnya bisnis logistik yang ditangani oleh perusahaan-perusahaan logistik hanya sekitar US$ 80 miliar. Sebagian besar justru ditangani perusahaan-perusahaan yang bukan menjadikan logistik sebagai bisnis utama.

Lain dari itu, menurutnya proses logistik di Indonesia masih kurang efisien dan penerapan mesin automasi masih rendah sehingga potensinya kurang digarap optimal. Apalagi secara volume pengiriman tahun depan diproyeksikan bisa mencapai 7 juta paket sehari.

Baca Juga: Membandingkan harta kekayaan adik Prabowo dan kakak Erick Thohir, siapa terkaya?

"Tahun depan ada 2,5 miliar paket yang akan di-deliver, artinya tahun depan ada 7 juta paket sehari ini kan tinggi sekali dibandingkan tahun ini yang sekitar 4-5 juta sehari," tutupnya.





Close [X]
×