kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Riuh tagihan pelanggan melonjak, PLN sebut kenaikan hanya 1,8%


Senin, 08 Juni 2020 / 20:47 WIB
ILUSTRASI. Warga memeriksa meteran listrik di kompleks rumah susun (Rusun) Petamburan, Jakarta, Minggu (7/6/2020). PT PLN (Persero) menyiapkan skema perlindungan lonjakan tagihan untuk mengantisipasi kenaikan drastis yang dialami oleh sebagian konsumen, akibat penca


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengungkapkan kenaikan tagihan listrik pelanggan hanya sekitar 1,8% untuk pelanggan pasca bayar yang totalnya mencapai 34,5 juta pelanggan.

Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo mengungkapkan sebelum dan sesudah masa pandemi untuk periode catat meter rata-rata dari Januari hingga Maret hanya terjadi kenaikan tipis untuk besaran tagihan.

Baca Juga: Terkait lonjakan tagihan listrik, ini solusi jika terbukti ada kelebihan bayar

"Ada yang turun juga tagihannya mungkin karena hemat. Kenaikan tagihan di masa pandemi hanya naik 1,8% untuk 34,5 juta pelanggan," jelas Yuddy dalam diskusi virtual, Senin (8/6).

Di sisi lain, Yuddy mengungkapkan lonjakan tagihan listrik di atas 20% terjadi pada 4,3 juta pelanggan pasca bayar untuk rekening tagihan listrik Juni 2020.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Management Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan selama pada Maret tahun ini secara rata-rata terjadi penurunan konsumsi sektor industri hingga 25%.

Baca Juga: Tagihan listrik 4,3 juta pelanggan pascabayar PLN melonjak lebih dari 20%

"Di beberapa sektor sampai 60%, sektor bisnis misalnya. Ada juga yang 40%," kata Bob dalam Konferensi Pers Virtual, belum lama ini.

Ia menambahkan, untuk sektor pelanggan rumah tangga terjadi kenaikan konsumsi listrik sebesar 13% hingga 17%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×