kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

RKAB disetujui, target produksi batubara Indika Energy (INDY) naik jadi 37,3 juta ton


Rabu, 04 Agustus 2021 / 21:04 WIB
ILUSTRASI. PT Indika Energy Tbk (INDY)


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

Setali tiga uang dengan Kideco, MUTU juga mencatatkan kenaikan volume penjualan batubara dari 0,6 juta ton menjadi 0,9 juta ton pada serta kenaikan harga jual rata-rata batubara sebesar 30,4% dari US$ 63,1 menjadi US$ 82,3 per ton pada paruh pertama tahun ini.

Secara konsolidasi, Kideco menyumbang 62,5% total pendapatan INDY di sepanjang paruh pertama ini. Sementara itu, MUTU tercatat berkontribusi 5,1% dalam total pendapatan konsolidasi. Sisa pendapatan INDY lainnya berasal dari Petrosea Mining, Petrosea E&C, Tripatra, Interport, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), dan lain-lain.

Adapun total pendapatan konsolidasi yang dibukukan oleh INDY sepanjang semester pertama tahun ini mencapai sebesar US$ 1,28 miliar, naik 14,07% dibanding realisasi pendapatan semester pertama tahun lalu yang sebesar US$ 1,12 miliar. 

Dari hasil pendapatan itu, INDY mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar US$ 12 juta di semester I 2021, berbalik dari posisi bottom line INDY di semester I 2020 tercatat rugi bersih US$ 21,91 juta.

Revenue semester I 2021 meningkat tajam karena kenaikan pada coal prices,” ujar Direktur INDY, Retina Rosabai  dalam acara Media Gathering Indika Energy, Rabu (4/8).

Selanjutnya: Semester I-2021, Bukit Asam (PTBA) realisasikan produksi batubara 13,27 juta ton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×