kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Rudiantara minta Gojek tak menambah armada


Jumat, 24 Maret 2017 / 21:09 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Polemik angkutan berbasis aplikasi onlen yang terus berlanjut, membuat sejumlah pemangku kebijakan harus putar strategi agar tidak berkepanjangan.

Salah satu kerusuhan yang terjadi akibat bentrok antara pengemudi angkutan umum dan angkutan berbasis aplikasi onlen, yang baru-baru ini terjadi di Kota Bogor menjadi salah satu sorotan serius Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Rudiantara selaku Menteri Kominfo menyatakan pihaknya tengah meminta perusahaan berbasis aplikasi onlen, Gojek untuk tidak menambah pengemudi armadanya terlebih dulu. Permintaan Rudiantara ini bertujuan untuk menenangkaan situasi yang tengah memanas. Ia mengaku telah berbicara dengan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Manajemen Gojek.

"Saya meminta Gojek untuk mempertimbangkan untuk sementara tidak memperluas dan  menambah armadanya sampai dengan tenang di Bogor," kata Rudiantara pada awak media, Jumat (24/3).

Ia menyatakan, imbauan pada manajeman Gojek itu diharapkan bisa ditaati Gojek sampai situasinya benar-benar kondusif. Terutama untuk di wilayah Kota Bogor. Atau paling tidak sampai revisi Permenhub No 32/2016 yang akan kembali mulai diterapkan 1 April 2017.

"Ya paling tidak sampai seminggu lagi, pas keluarnya revisi Permenhub," pungkas Rudiiantara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×