kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.513   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

Rupiah lemas, Shell naikkan harga jual pelumas


Jumat, 17 Januari 2014 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Mantan Presiden AS Donald Trump.


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Melorotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berimbas kemana-mana. Alhasil semua produk yang didatangkan dari impor mengalami kenaikan harga.

Tak terkecuali produk pelumas. Vanda Laura, Brand and Communication Marketing Manager Shell Lubricants Indonesia mengatakan bahwa perusahaannya sudah menaikkan harga pelumas sejak Oktober 2013. Menurutnya, selain nilai tukar rupiah, kenaikan harga jual itu juga didorong oleh harga minyak bumi.

"Kenaikan di Oktober 10-15%. Kalau rupiah semakin turun ada kemungkinan naik lagi," kata Vanda pada KONTAN, Jumat (17/1).

Meski akan menaikkan harga lagi, Vanda menjelaskan bahwa produk pelumas untuk mobil akan masih berada di bawah Rp 200.000. Sedangkan untuk pelumas kendaraan roda dua berkisar Rp 35.000 - Rp 45.000.

Menurut Vanda, dengan terus tumbuhnya penjualan otomotif di negeri ini, juga akan mendorong pertumbuhan pasar pelumas. Tahun ini Shell menargetkan pendapatannya akan tumbuh sekitar 15-20%. Sayangnya, Vanda menutup rapat nilai penjualan Shell dari hasil berjualan pelumas di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×