kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Rupiah lemas, Shell naikkan harga jual pelumas


Jumat, 17 Januari 2014 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Mantan Presiden AS Donald Trump.


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Melorotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berimbas kemana-mana. Alhasil semua produk yang didatangkan dari impor mengalami kenaikan harga.

Tak terkecuali produk pelumas. Vanda Laura, Brand and Communication Marketing Manager Shell Lubricants Indonesia mengatakan bahwa perusahaannya sudah menaikkan harga pelumas sejak Oktober 2013. Menurutnya, selain nilai tukar rupiah, kenaikan harga jual itu juga didorong oleh harga minyak bumi.

"Kenaikan di Oktober 10-15%. Kalau rupiah semakin turun ada kemungkinan naik lagi," kata Vanda pada KONTAN, Jumat (17/1).

Meski akan menaikkan harga lagi, Vanda menjelaskan bahwa produk pelumas untuk mobil akan masih berada di bawah Rp 200.000. Sedangkan untuk pelumas kendaraan roda dua berkisar Rp 35.000 - Rp 45.000.

Menurut Vanda, dengan terus tumbuhnya penjualan otomotif di negeri ini, juga akan mendorong pertumbuhan pasar pelumas. Tahun ini Shell menargetkan pendapatannya akan tumbuh sekitar 15-20%. Sayangnya, Vanda menutup rapat nilai penjualan Shell dari hasil berjualan pelumas di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×