kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Rupiah Loyo, Kadin Pacu Daya Saing Usaha Lewat Ekspor & Investasi Saat Gejolak Global


Kamis, 29 Oktober 2026 / 18:26 WIB
Rupiah Loyo, Kadin Pacu Daya Saing Usaha Lewat Ekspor & Investasi Saat Gejolak Global
ILUSTRASI. Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak geopolitik dan perlambatan ekonomi global meningkatkan ketidakpastian bagi dunia usaha. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan ekspor dan investasi guna menjaga daya saing serta ketahanan ekonomi nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, dunia usaha dapat berkontribusi menjaga stabilitas rupiah melalui peningkatan ekspor dan investasi. Melalui inisiatif We Buy from Indonesia, Kadin turut mendorong kenaikan ekspor Indonesia sebesar 10%, dari US$ 300 miliar menjadi US$ 330 miliar atau setara dengan sekitar Rp 6.030,4 triliun.

“Kalau saya melihatnya ialah bagaimana dunia usaha bisa membantu rupiah dengan meningkatkan ekspor dan investasi,” ujar Anindya di sela-sela Rapimnas Kadin 2026, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Okupansi Gudang Modern Jabodetabek Tembus 97%, Ruang Kosong Makin Terbatas

Anindya menyebut, dari total ekspor Indonesia sebesar US$ 300 miliar, sekitar US$ 60 miliar berasal dari minyak sawit, batubara, dan baja nirkarat. Menurutnya, masih terdapat peluang untuk memperluas ekspor melalui pembukaan akses ke pasar baru, termasuk Uni Eropa, Asia Tengah, dan Kanada.

“Dari 300 miliar dolar ekspor Indonesia, ini kan 60 miliar dolarnya kurang lebih palm oil, coal, sama apa stainless steel. 240 miliar-nya, ini merupakan potensi dengan dibukanya perdagangan-perdagangan baru seperti Uni Eropa, dan juga apa ditingkatkan dengan tentunya apa Central Asia, sampai kepada Kanada,” katanya.

Selain mendorong ekspor, Anindya menilai investasi jangka panjang juga penting untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, upaya menarik investasi tidak cukup hanya mengandalkan pasar modal, tetapi juga perlu diarahkan pada penanaman modal yang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. “Bukan hanya investasi pasar modal, tapi juga investasi yang bersifat jangka panjang,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×