kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Rupiah melemah, PLN hitung ulang biaya operasional


Senin, 26 Agustus 2013 / 15:35 WIB
ILUSTRASI. Promo Natasha 4.4 Diskon s/d 44% Periode 4 April 2022


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mulai ambil langkah terkait pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika. Maklum, dalam menjual setrum, sebagian pembangkit PLN menggunakan sumber energi dalam bentuk gas yang dibeli dengan dolar Amerika Serikat.

"Mungkin biaya gas naik, karena kami beli dalam dolar. Untuk persentase belum bisa diproyeksi karena masih harus hitung dulu," ujar Ngurah Adnyana, Direktur PLN Operasi Jawa Bali, di Hotel Ritz Carlton, Senin (26/8).

Namun sayangnya, Adnyana tidak menjelaskan, apa solusi dari kenaikan harga gas akibat pelemahan rupiah tersebut. Sebab, kata dia, kenaikan beban biaya operasional belum terasa dalam waktu dekat. "Dampaknya belum terasa sekarang, karena pelemahan rupiah baru terjadi bulan ini," kata Adnyana.

Selain itu ia menilai. pelemahan rupiah hanya mempengaruhi pembangkit listrik yang memakai gas saja. Sedangkan pembangkit listrik non gas tidak terpengaruh. "Bahan bakar minyak (BBM) kan belinya di Indonesia memakai rupiah. Jadi tidak akan ada kenaikan biaya produksi dari sektor ini," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×