kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kapasitas PLTA Turun Imbas El Nino, Pengamat Sorot Keunggulan PLTP


Sabtu, 19 September 2026 / 16:52 WIB
Kapasitas PLTA Turun Imbas El Nino, Pengamat Sorot Keunggulan PLTP
ILUSTRASI. BAURAN EBT PADA SISTEM KELISTRIKAN (ANTARA/ARNAS PADDA)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan debit air akibat fenomena El Nino yang berdampak terhadap produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menunjukkan tantangan pembangkit energi terbarukan yang bergantung pada kondisi hidrologi.

Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia atau Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma mengatakan, El Nino menjadi salah satu ujian bagi keandalan PLTA, khususnya pembangkit yang mengandalkan sistem run-of-river maupun waduk dengan kapasitas tampung terbatas.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat produksi PLTA lebih rentan terhadap perubahan debit air. Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) memiliki karakteristik yang lebih stabil karena sumber energinya berasal dari reservoir panas bumi di bawah permukaan.

Baca Juga: Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Hadapi Tekanan Margin

"PLTP mampu beroperasi secara konsisten dengan capacity factor mencapai 90% hingga 95%," jelas Surya kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Surya menambahkan, produksi listrik PLTP tidak terpengaruh secara langsung oleh perubahan cuaca maupun fluktuasi musim. Hal ini membuat panas bumi dapat menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang mendukung pasokan listrik secara lebih konsisten.

Selain itu, PLTP dinilai memiliki peran sebagai pembangkit beban dasar (baseload) dalam sistem kelistrikan. Menurut Surya, karakteristik tersebut membuat PLTP dapat mendukung pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil tanpa harus sepenuhnya bergantung pada sistem penyimpanan energi.

"PLTP dapat berfungsi sebagai baseload tanpa memerlukan battery storage," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sejumlah daerah mengalami keterbatasan pasokan daya akibat El Nino. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional fasilitas pembangkit listrik setempat.

Untuk menjaga keandalan pasokan energi di wilayah tersebut, ia bilang pemerintah bersama PLN telah menyiapkan penanganan darurat. "Maka kita sudah mencari solusi, adalah mengganti sementara dengan pembangkit yang lain," tutur Bahlil.

Baca Juga: Gudang Sekar Bumi (SKBM) di Tangerang Kebakaran, Manajemen Masih Hitung Efeknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×