kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

PoD Sumur Tangkulo-1 Blok South Andaman Ditargetkan Rampung Juni 2026


Rabu, 11 Februari 2026 / 17:01 WIB
PoD Sumur Tangkulo-1 Blok South Andaman Ditargetkan Rampung Juni 2026
ILUSTRASI. Pertamina Hulu Energi (PHE) Catatkan Produksi Migas 1,04 Juta Barel Hingga Agustus 2025 (Dok/PT Pertamina Hulu Energi)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan persetujuan rencana pengembangan atau plan of development (PoD) lapangan Tangkulo-1 di Wilayah Kerja (WK) South Andaman dapat rampung pada Juni 2026.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, lapangan hasil eksplorasi Mubadala Energy tersebut terindikasi memiliki potensi sekitar 1 triliun kaki kubik alias trillion cubic feet (TCF) gas. Adapun total potensi gas di Blok South Andaman diperkirakan mencapai 11 TCF.

“Khusus Mubadala itu rencananya kita kembangkan satu lapangan dulu yaitu Tangkulo. Itu 1 TCF meskipun discovery di sekitar Andaman itu ada 11 TCF. Itu di dalam POD Insya Allah bulan Juni tahun ini. Sambil paralel sedang dilaksanakan tender-tender dan ini menggunakan PSC gross split,” ujar Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Djarum Foundation Tanam 60.321 Bibit Pohon di Lereng Muria

Mubadala Energy sebelumnya mengumumkan temuan lebih dari 2 TCF gas in place di Sumur Tangkulo-1 yang berada di WK South Andaman. Penemuan ini menjadi keberhasilan eksplorasi kedua perusahaan migas asal Uni Emirat Arab (UEA) tersebut, setelah sebelumnya menemukan gas di Sumur Layaran-1 pada Desember 2023 dengan potensi sekitar 6 TCF gas in place.

Sumur eksplorasi Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman total sekitar 3.400 meter di perairan dengan kedalaman laut 1.200 meter. Pengeboran tersebut berhasil menemukan kolom gas setebal 80 meter pada reservoir batu pasir Oligosen dengan kualitas yang dinilai baik.

Melalui desain baru pengujian Drill Stem Test (DST), sumur ini mampu mengalirkan gas berkualitas tinggi sebesar 47 juta standar kaki kubik per hari (mmscf/d) serta 1.300 barel kondensat per hari. Dengan keterbatasan fasilitas uji, kapasitas produksi sumur diperkirakan dapat mencapai 80–100 mmscf/d gas dan lebih dari 2.000 barel kondensat per hari.

Mubadala Energy saat ini memegang hak partisipasi sebesar 80% di WK South Andaman, menjadikannya pemilik wilayah eksplorasi terbesar di kawasan tersebut. SKK Migas menilai Sumur Tangkulo-1 berpotensi menjadi pintu pembuka bagi pengembangan lanjutan di bagian selatan blok, sekaligus mengindikasikan tambahan sumber daya gas prospektif berskala multi-TCF pada struktur sekitarnya.

Selain South Andaman, SKK Migas juga menyoroti sejumlah proyek migas prioritas yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Di antaranya Asap Kido Merah (AKM) di Blok Kasuri, Indonesia Deepwater Development (IDD), Geng North, Blok Masela, serta proyek Tangguh Ubadari, CCUS, and Compression (UCC).

Baca Juga: Kementerian ESDM Terapkan DMO Batubara 30% untuk Jenis Tambang Batubara Ini

Djoko menyebutkan, total nilai investasi dari seluruh PSN migas tersebut mencapai US$45,8 miliar atau sekitar Rp756 triliun. Seluruh proyek itu diproyeksikan menambah lifting minyak sebesar 105.000 barel per hari (bph) dan gas sekitar 4.369 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Untuk proyek AKM yang dikelola Genting Oil Kasuri, produksi gas ditargetkan mencapai 330 MMSCFD serta sekitar 10.000 barel kondensat per hari. Proyek senilai US$3,37 miliar ini ditargetkan menyelesaikan pembangunan fasilitas floating liquefied natural gas (FLNG) pada 2027.

Sementara proyek Ubadari, CCUS, and Compression (UCC) yang digarap BP Tangguh memiliki nilai investasi sekitar US$4,5 miliar dan ditargetkan onstream pada 2028. Hingga kini, progres pengembangannya rata-rata telah mencapai sekitar 35%.

Adapun PSN yang dikerjakan Eni meliputi pengembangan Lapangan Geng North serta proyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Total cadangan gas di IDD mencapai 2,67 TCF dengan potensi minyak sekitar 66 juta barel. Proyek ini ditargetkan onstream pada 2027 dengan nilai investasi US$14,8 miliar.

Sementara Lapangan Geng North memiliki cadangan gas sekitar 5,3 TCF dan dikembangkan terintegrasi dengan Northern Hub IDD.

Untuk proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela yang digarap Inpex Masela Ltd., pembangunan perdana ditargetkan dimulai pada akhir Maret 2026. Proyek ini diproyeksikan memproduksi 9,5 juta ton liquefied natural gas (LNG) per tahun, setara lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang, serta mengakomodasi gas pipa sebesar 150 MMSCFD dan kondensat sekitar 35.000 barel per hari. 

Selanjutnya: Ranking Futsal Indonesia: Lompat ke-24 Dunia, Kalahkan Jepang di Piala Asia!

Menarik Dibaca: 6 Jenis Buah yang Bantu Bikin Panjang Umur jika Dikonsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×