Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mencatat peningkatan permintaan jasa logistik darat seiring kenaikan aktivitas di pelabuhan. Sejak akhir kuartal II-2026, akselerasi permintaan angkutan darat mulai terlihat dan mendorong peningkatan volume operasional perusahaan.
Direktur Utama Samudera Indonesia Bani M. Mulia mengatakan, peningkatan aktivitas di pelabuhan secara umum turut mendorong permintaan jasa angkutan darat dan solusi multimoda yang disediakan Samudera.
“Samudera Indonesia mencatat terdapat peningkatan volume operasional yang solid dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ujar Bani dalam kepada Kontan, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: Samudera (SMDR) Tambah Ratusan Armada Berbasis IoT, Gudang Cikarang Dipasangi PLTS
Menurut Bani, kenaikan volume operasional tersebut berdampak positif secara langsung terhadap pendapatan segmen logistik darat. Saat ini, utilisasi armada truk atau trucking SMDR bahkan telah mencapai kapasitas penuh (fully utilized).
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi SMDR untuk mengoptimalkan bisnis logistik darat di tengah meningkatnya arus barang. Perusahaan juga terus mencermati peluang pertumbuhan dengan menyesuaikan kapasitas operasional terhadap dinamika pasar.
Bani mengatakan, SMDR secara konsisten mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure(capex), salah satunya untuk meningkatkan kapasitas dan meremajakan armada truk.
Strategi tersebut dijalankan secara terukur dengan tetap memprioritaskan optimalisasi armada yang tersedia. Dengan demikian, perusahaan dapat merespons peningkatan permintaan tanpa mengabaikan efisiensi operasional.
Peluang pertumbuhan bisnis logistik darat ini sejalan dengan kinerja keuangan SMDR pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, SMDR membukukan pendapatan sebesar US$ 421,8 juta, meningkat 11% secara tahunan dibandingkan US$ 379,1 juta pada semester I-2025.
Sebagai perusahaan pelayaran dan logistik terintegrasi, SMDR memiliki sejumlah lini bisnis, mulai dari pengiriman peti kemas, pelayaran curah dan tanker, keagenan kapal, manajemen kapal, hingga layanan galangan kapal dan logistik.
Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Tambah Armada dan Andalkan Energi Surya
Sebelumnya, SMDR menyiapkan capex sekitar US$ 200 juta untuk tahun 2026. Belanja modal tersebut antara lain dialokasikan untuk pengembangan terminal peti kemas di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, pembelian kapal peti kemas dan tanker, pembangunan galangan kapal, serta pengembangan armada truk.
Pengembangan terminal di Patimban diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelabuhan dan produktivitas arus barang, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik di Indonesia.
Dengan peningkatan permintaan angkutan darat dan pengembangan kapasitas operasional, SMDR berupaya menangkap peluang pertumbuhan dari integrasi layanan pelayaran, pelabuhan, dan distribusi darat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














