Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Secure Parking Indonesia (SPI) mengandalkan penguatan teknologi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah meningkatnya volume lalu lintas di kawasan perkotaan.
Melalui pengembangan Epsilon Parking System (EPS), perseroan mengintegrasikan berbagai teknologi seperti License Plate Recognition (LPR), sistem parkir non-tiket, pembayaran non-tunai, hingga monitoring real time dalam satu sistem operasional.
Deputy GM Business Development Regional Secure Parking Indonesia Hendri menjelaskan, teknologi menjadi kunci untuk memastikan operasional parkir tetap berjalan optimal, terutama dalam kondisi padat.
“Sistem harus terus melakukan verifikasi dan validasi secara real time untuk memastikan kendaraan yang tepat, transaksi yang tepat, dan arus kendaraan tetap lancar tanpa mengorbankan keamanan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Masa Transisi Ekspor Satu Pintu Dimulai, Eksportir SDA Wajib Lapor ke DSI
Salah satu komponen utama dalam EPS adalah teknologi LPR yang tidak hanya membaca nomor polisi kendaraan, tetapi juga melakukan proses verifikasi dan validasi otomatis sebelum transaksi diproses.
Kemampuan ini dinilai mampu menjaga akurasi identifikasi kendaraan sekaligus mempercepat arus keluar-masuk tanpa menambah beban operasional di lapangan.
General Manager Operation Secure Parking Indonesia Andiyanto menambahkan, dalam operasional parkir modern, sistem harus mampu bekerja responsif tanpa bergantung pada jumlah petugas.
“Dalam kondisi padat, sistem harus tetap berjalan cepat, akurat, dan tertib. Kepadatan antrean harus bisa terurai tanpa mengorbankan akurasi maupun akuntabilitas transaksi,” katanya.
Selain itu, sistem EPS juga dilengkapi digital audit trail yang mencatat seluruh aktivitas operasional secara otomatis, mulai dari pembukaan barrier gate hingga perubahan tarif.
Fitur ini memungkinkan transparansi serta kemudahan penelusuran apabila terjadi kendala operasional.
Meski demikian, Andiyanto menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tetap harus diiringi dengan disiplin operasional.
“Parkir yang bagus bukan soal punya teknologi canggih atau lahan luas, tapi soal disiplin manusia yang konsisten menggunakan teknologi itu setiap hari,” jelasnya.
Baca Juga: Penumpang Whoosh Bandung–Jakarta Melonjak Usai Long Weekend, KCIC Tambah Jadwal
Seiring meningkatnya mobilitas urban dan ekspektasi layanan publik, teknologi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan parkir, terutama pada periode dengan lonjakan volume kendaraan.
General Manager Business Development Secure Parking Indonesia Sofian Chandra menyebut, pada periode libur panjang, volume kendaraan dapat meningkat hingga 40%-60% dibandingkan hari biasa.
“Dalam kondisi tersebut, teknologi dan koordinasi operasional menjadi kunci untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan pengalaman pengguna tetap terjaga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













