kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Semen Baturaja (SMBR) optimis kinerjanya makin baik jelang akhir tahun


Kamis, 25 Oktober 2018 / 15:48 WIB

Semen Baturaja (SMBR) optimis kinerjanya makin baik jelang akhir tahun
ILUSTRASI. Semen Baturaja Tbk (SMBR)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) tengah mengupayakan mempercantik kinerja bisnisnya sampak akhir tahun ini. Meski industri semen saat ini menghadapi tertekannya harga produk akibat kelebihan suplai (over supply) dan tingginya ongkos batu bara.

Namun demikian, SMBR tetap optimis memoles capaian bisnisnya lantaran memang menguasai pasar yang spesifik, yakni Sumatera bagian selatan (sumbagsel). "Perusahaan terbukti mampu bersaing di area sumbagsel ini," ujar Harijanto, Komisaris Utama perseroan ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (25/10).


Selain itu, Rahmad Pribadi yang baru saja melepaskan jabatan sebagai Direktur Utama PT SMBR mengatakan bahwa perseroan belakangan ini telah berhasil meningkatkan raihan sales dan Ebitda. Catatan saja, pada RUPSLB kali ini jabatan beberapa pengurus berganti dimana Dirut PT SMBR yang baru ialah Jobi Triananda Hasjim, sayang pengurus baru tersebut berhalangan hadir di acara ini.

Meski demikian, Rahmad tak sungkan untuk membeberkan terkait proyeksi bisnis SMBR sampai akhir tahun ini. "Kira-kira prognosa semester II ini bakal dua kali lipat dibandingkan semester I, baik di penjualan maupun di bottomline nya," sebutnya.

Dengan capaian penjualan bersih Rp 783 miliar di semester I 2018, maka perseroan memperkirakan revenue semester-II ini meningkat hingga dua kali lipat menjadi Rp 1,4 triliun. Sehingga sampai akhir tahun nanti SMBR mematok laba bersih kurang lebih Rp 2,1 triliun.

Sementara terkait laba bersih, SMBR terus mempertahankan efisiensi sembari menjaga channel distribusi agar tetap bekerja baik. "(Laba bersih) untuk akhir tahun saya rasa mendekati Rp 100 miliar," sebut Rahmad.

Kedepannya, SMBR berencana untuk mengakuisisi tambang batubara PT Selo Argodedali yang mempunyai jarak hanya 20 kilometer dari pabrik perseroan. Rahmad mengatakan saat ini prosesnya masih berlangsung alias in progress.

Diharapkan tahun 2019 besok investasi strategis pada tambang ini berjalan, dimana menurut rencana kata Rahmad perseroan ini akan memegang saham minoritas. Selebihnya untuk yang akan datang, manajemen baru mungkin akan mempertimbangkan akan mengambil alih semua atau sebagian besar perusahaan tambang tersebut.

Sampai September 2018 kemarin penjualan domestik SMBR tumbuh 38% menjadi 1,5 juta ton. Dimana pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar 1,1 juta ton. Sampai akhir tahun nanti, perseroan membidik volume penjualan sekitar 2,3 hingga 2,5 juta ton.


Reporter: Agung Hidayat
Editor: Yoyok

Video Pilihan


×