kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Semester I-2019, Adaro raih pendapatan US$ 1,7 miliar & laba inti US$ 321 juta


Kamis, 22 Agustus 2019 / 23:06 WIB
Semester I-2019, Adaro raih pendapatan US$ 1,7 miliar & laba inti US$ 321 juta
ILUSTRASI. Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir

Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO, anggota indeks Kompas100 ini) untuk periode enam bulan pertama tahun 2019 mencapai hasil yang meyakinkan. Padalah situasi makro dan ketidakpastian pasar batubara global masih menghantui bisnis.

Adaro mencatatkan pendapatan US$ 1,7 miliar pada semester I-2019 atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,6 miliar.

Sedangkan laba periode berjalan pada semester I-2019 mencapai US$ 321 juta atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 244 juta.

Baca Juga: Delapan saham turun bareng IHSG, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (21/8)

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Garibaldi Thohir mengatakan pihaknya gembira dengan hasil yang dicapai dalam enam bulan pertama tahun 2019, di tengah tantangan makro dan ketidakpastian pasar batu bara global.

Disiplin biaya terus diterapkan demi mempertahankan marjin yang sehat. Walaupun harus waspada terhadap perkembangan industri di tahun ini, kami masih optimis terhadap fundamental pasar batu bara di jangka panjang.

"Model bisnis kami terbukti tangguh dalam menghadapi siklikalitas industri ini dan memungkinkan perusahaan untuk mengelola pasar di jangka pendek," kata dia dalam siaran pers, Kamis (22/8). 

Baca Juga: Delapan saham turun bareng IHSG, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (20/8)

Boy mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen terhadap penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan, yang juga meliputi kontribusi dalam bentuk royalti dan pajak kepada Pemerintah Indonesia.

Adaro Energy mencatat EBITDA operasional yang solid sebesar US$ 691 juta atau naik 17% y-o-y, dan mempertahankan marjin EBITDA operasional yang tinggi pada tingkat 39%. Hal ini sesuai dengan panduan EBITDA untuk satu tahun yang berkisarUS$ 1 miliar- US$ 1,2 miliar.

Baca Juga: Lima saham turun, ini 10 saham LQ45 dengan PER terendah (19/8)

Adapun, royalti yang dibayarkan kepada negara naik 12% y-o-y menjadi US$ 189 juta karena kenaikan pendapatan usaha. Adaro Energy terus memberikan kontribusi positif untuk pembangunan negara dan mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.

"Pada 1H19, Adaro Energy membayar AS$356 juta dalam bentuk royalti dan pajak penghasilan badan," kata dia.

Pencapaian operasional dan keuangan yang solid pada 1H19 mencerminkan mode bisnis Adaro Energi terbukti tangguh dalam menghadapi siklikalitas industri ini dan memungkinkan perusahaan untuk mengelola pasar di jangka pendek.




TERBARU

Close [X]
×