Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menatap prospek kinerja tahun 2026 dengan optimistis. Emiten produsen bahan bangunan ini membidik pendapatan Rp 5,1 triliun dengan laba bersih perolehan di atas Rp 700 miliar pada tahun ini.
Sekretaris Perusahaan IMPC, Lenggana Linggawati, menyatakan bahwa optimisme perseroan tak lepas dari prospek industri yang dinilai masih positif sepanjang 2026, khususnya di pasar domestik.
“Perseroan akan berfokus pada penguatan posisi di pasar domestik, optimalisasi kapasitas produksi, serta menjaga efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Lenggana, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Meski demikian, terkait realisasi kinerja kuartal I-2026, manajemen belum dapat menyampaikan angka final. Pasalnya, periode tiga bulan pertama tahun ini masih berjalan.
Baca Juga: Bidik Kinerja Positif, IMPC Optimistis Prospek Industri Bahan Bangunan Plastik
“Mengingat kuartal pertama masih berjalan, Perseroan belum dapat menyampaikan angka kinerja secara final. Namun demikian, Perseroan terus berupaya mencapai target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahun ini,” katanya.
Untuk menjaga pertumbuhan dan margin hingga akhir 2026, perseroan menitikberatkan pada penguatan penetrasi pasar melalui program pemasaran yang lebih aktif, khususnya untuk jaringan ritel skala besar.
Selain itu, IMPC aktif berpartisipasi dalam berbagai proyek, baik proyek swasta maupun program pemerintah sebagai upaya untuk menopang laju bisnis di sepanjang tahun.
Selain itu, pengelolaan margin menjadi perhatian utama. IMPC berupaya menjaga profitabilitas melalui efisiensi dan pengaturan kapasitas produksi yang disiplin.
Baca Juga: Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) Siapkan Strategi Ekspansi 2026
“Dari sisi margin, Perseroan terus mengoptimalkan efisiensi dan pemanfaatan kapasitas produksi, serta secara disiplin memantau perkembangan permintaan pasar agar penyesuaian kapasitas dapat dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan,” imbuh Lenggana.
Terkait belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2026, perseroan masih dalam tahap finalisasi. Rencana alokasi capex tersebut akan diumumkan secara resmi dalam public expose tahunan mendatang.
Di luar pasar domestik, IMPC juga membuka peluang pertumbuhan dari pasar ekspor. Manajemen optimistis penjualan ekspor dapat dikembangkan dengan menjajaki negara tujuan baru.
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan ekspor produk atap Alderon ke Qatar dan sejauh ini diklaim telah memperoleh respons yang positif dari pasar.
Baca Juga: Mendag Optimistis Ekspor Bahan Bangunan ke ASEAN Naik Usai Ratifikasi MRA BCM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













