kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Perprindo Memprediksi Penjualan Alat Elektronik Turun 20% di Kuartal I, Ini Sebabnya


Rabu, 04 Maret 2026 / 04:30 WIB
Perprindo Memprediksi Penjualan Alat Elektronik Turun 20% di Kuartal I, Ini Sebabnya


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) memperkirakan tren penjualan industri elektronik dan alat listrik rumah tangga pada kuartal I-2026 mengalami penurunan, dibandingkan pada tahun sebelumnya.

"Pada Kuartal I tahun ini, industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga mengalami penurunan penjualan dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perprindo Andy Arif Widjaja kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).

Andy memperkirakan, tren penurunan penjualan pada kuartal I-2026 sekitar 20% dibandingkan periode tahun lalu.

"Berdasarkan laporan anggota Perprindo, penurunan penjualan industri elektronik dan peralatan listrik rumah tangga pada kuartal I ini sekitar 10%–20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," sambungnya.

Baca Juga: PLN Kantongi 84 Juta Ton Batubara, Cukup hingga Agustus 2026

Menurutnya, tren penurunan penjualan industri elektronik ini dipengaruhi karena pelemahan daya beli masyarakat. 

"Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat serta perlambatan konsumsi domestik," katanya.

Dengan adanya tren penurunan penjualan, para pengusaha cenderung menahan belanja dan lebih selektif, khususnya untuk produk elektronik yang bersifat barang tahan lama atau durable goods.

"Kelompok menengah yang selama ini menjadi motor konsumsi juga terlihat lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian," ucapnya.

Andy menyebutkan jika kondisi penurunan ini berlanjut tanpa adanya langkah perbaikan, maka akan semakin berdampak untuk para pengusaha.

"Jika kondisi ini berlanjut tanpa adanya langkah perbaikan, tekanan terhadap industri akan semakin terasa, baik dari sisi utilisasi produksi maupun arus kas pelaku usaha," ujar Andy.

Baca Juga: Pemerintah Negosiasi Keluarkan Dua Kapal Pertamina dari Zona Konflik Timur Tengah

Perprindo memandang perlu adanya kebijakan yang secara langsung mendorong daya beli dan konsumsi rumah tangga, agar stimulus ekonomi bisa tepat sasaran, kemudahan pembiayaan konsumen, serta kebijakan yang menjaga iklim usaha tetap kondusif.

"Industri elektronik nasional memiliki kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku usaha agar perlambatan ini tidak berlanjut ke kuartal-kuartal berikutnya," tegas Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×