kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.945   39,00   0,22%
  • IDX 6.361   26,59   0,42%
  • KOMPAS100 836   0,67   0,08%
  • LQ45 631   -1,47   -0,23%
  • ISSI 220   2,29   1,05%
  • IDX30 355   -1,21   -0,34%
  • IDXHIDIV20 437   -3,75   -0,85%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 119   0,35   0,30%
  • IDXQ30 113   -0,86   -0,76%

Semester I-2026, PP Presisi Catat Rugi Rp162,79 Miliar akibat Lonjakan Beban


Kamis, 23 Juli 2026 / 13:42 WIB
Semester I-2026, PP Presisi Catat Rugi Rp162,79 Miliar akibat Lonjakan Beban
ILUSTRASI. PP Presisi (PPRE) (PPRE/PPRE)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan pertumbuhan pendapatan pada semester I-2026. Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu mengangkat profitabilitas perseroan sehingga perusahaan berbalik mencatatkan rugi pada periode ini. 

Mengutip laporan keuangan pada Kamis (23/7), pendapatan PPRE meningkat 35,37% menjadi Rp 2,22 triliun pada semester I-2026, dari Rp 1,64 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: IISIA: Kepatuhan Pajak Ciptakan Persaingan Sehat Industri Baja

Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari segmen konstruksi sebesar Rp 2 triliun, disusul segmen jasa pertambangan Rp 168,41 miliar, serta pendapatan sewa sebesar Rp 60,85 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik lebih tinggi, yakni 50,76% menjadi Rp 1,99 triliun dibandingkan Rp 1,32 triliun pada semester I-2025.

Akibatnya, laba kotor PPRE turun 27,31% menjadi Rp 233,69 miliar, dari sebelumnya Rp 321,50 miliar.

Sementara itu, beban usaha juga meningkat 3,36% menjadi Rp 47,93 miliar, dibandingkan Rp 46,37 miliar pada semester I-2025.

Pada akhirnya, PPRE membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 162,79 miliar pada semester I-2026. 

Kondisi ini berbalik dari periode yang sama tahun lalu ketika perseroan masih mencatatkan laba sebesar Rp 4,62 miliar. 

Baca Juga: IISIA: Kepatuhan Pajak Ciptakan Persaingan Sehat Industri Baja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×