Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan pertumbuhan pendapatan pada semester I-2026. Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu mengangkat profitabilitas perseroan sehingga perusahaan berbalik mencatatkan rugi pada periode ini.
Mengutip laporan keuangan pada Kamis (23/7), pendapatan PPRE meningkat 35,37% menjadi Rp 2,22 triliun pada semester I-2026, dari Rp 1,64 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: IISIA: Kepatuhan Pajak Ciptakan Persaingan Sehat Industri Baja
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari segmen konstruksi sebesar Rp 2 triliun, disusul segmen jasa pertambangan Rp 168,41 miliar, serta pendapatan sewa sebesar Rp 60,85 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik lebih tinggi, yakni 50,76% menjadi Rp 1,99 triliun dibandingkan Rp 1,32 triliun pada semester I-2025.
Akibatnya, laba kotor PPRE turun 27,31% menjadi Rp 233,69 miliar, dari sebelumnya Rp 321,50 miliar.
Sementara itu, beban usaha juga meningkat 3,36% menjadi Rp 47,93 miliar, dibandingkan Rp 46,37 miliar pada semester I-2025.
Pada akhirnya, PPRE membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 162,79 miliar pada semester I-2026.
Kondisi ini berbalik dari periode yang sama tahun lalu ketika perseroan masih mencatatkan laba sebesar Rp 4,62 miliar.
Baca Juga: IISIA: Kepatuhan Pajak Ciptakan Persaingan Sehat Industri Baja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













