kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45944,22   -1,36   -0.14%
  • EMAS999.000 1,52%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Serangan siber mengincar pengguna smartphone, Telkomsel gandeng JagaJaga


Senin, 28 Juni 2021 / 14:15 WIB
Serangan siber mengincar pengguna smartphone, Telkomsel gandeng JagaJaga
ILUSTRASI. A projection of cyber code on a hooded man is pictured in this illustration picture taken on May 13, 2017. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini smartphone sudah menjadi keseharian untuk berbagai keperluan. Ancaman siber beralih menyasar para pengguna, seiring perkembangan era digital, ancaman siber semakin ganas.

Maka, Mitra Zimperium, PT Wolu berkolaborasi dengan Telkomsel menyediakan aplikasi proteksi keamanan siber seluler dengan merek JagaJaga. Aplikasi ini menyasar pelanggan mereka di Indonesia menghadapi situasi risiko ancaman seluler yang tinggi. 

JagaJaga berupaya melindungi pengguna dari serangan berbahaya dan malware, phishing site, dan serangan peretas yang masuk melalui jaringan wifi. Di samping itu, JagaJaga menyediakan proteksi keamanan konten. Seperti penyimpanan file yang terenkripsi, brankas foto yang mencegah file dan foto pengguna dicuri oleh peretas. Ini merupakan aplikasi keamanan seluler pertama yang memiliki kemampuan tersebut. 

Sebagai contoh, bila sebuah serangan melalui wifi terdeteksi, aplikasi JagaJaga akan menyarankan agar pengguna memutus sambungan dengan jaringan yang tidak aman tersebut. JagaJaga juga menggunakan teknologi machine learning untuk mendeteks aktivitas abnormal pada aplikasi. Dan menyarankan pengguna untuk mengambil tindakan sebelum perangkatnya dieksploitasi atau informasi dicuri. JagaJaga memanfaatkan teknologi enkripsi tingkat pertahanan AES-256 untuk melindungi file dalam perangkat seluler penggunanya. 

Bagi pelanggan Telkomsel bisa melakukan pembayaran layanan JagaJaga secara bulanan atau tahunan untuk pelanggan Telkomsel prabayar maupun pasca bayar. 

CEO Zimperium, Shridhar Mittel mengatakan, perangkat seluler adalah pintu masuk baru untuk kejahatan siber. Dan pelanggan adalah sasaran yang rawan bagi serangan yang berbahaya.

Dengan semakin banyak pelanggan yang menyimpan file penting dan foto pribadi pada perangkat seluler mereka, kebiasaan seperti tersambung pada jaringan Wi-Fi publik menjadi semakin berbahaya. “Telkomsel memberi pelanggannya proteksi menghadapi berbagai serangan seluler. Baik berbasis perangkat seluler, jaringan maupun aplikasi, dan ditambah dengan layanan keamanan konten,” kata Shridhar, dalam rilis yang diterima kontan.co.id, akhir pekan lalu.. 

Departemen Pertahanan AS (DoD), melalui Defense Information Systems Agency (DISA) dan Defense Innovation Unit (DIU), memilih Zimperium untuk memberikan layanan Mobile Endpoint Protection (MEP) kepada anggotanya di seluruh dunia. Solusi pertahanan terhadap ancaman seluler kami (MTD) akan melindungi titik akhir seluler DoD terhadap phishing. Juga aplikasi berbahaya/berisiko, eksploitasi sistem operasi dan serangan jaringan.

Seiring dengan tingginya penggunaan perangkat seluler untuk keperluan bisnis maupun pribadi, ancaman siber dan kasus kejahatan pada perangkat seluler meningkat secara signifikan di negara kita. “Telkomsel adalah operator seluler pertama di Indonesia yang merespons terhadap situasi ini. Aplikasi keamanan seluler ini akan meminimalkan berbagai risiko kebocoran data akibat malware,” ujar Napoleon Dadas, Direktur Pengembangan Bisnis JagaJaga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×