kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.951   8,00   0,05%
  • IDX 7.509   -201,44   -2,61%
  • KOMPAS100 1.046   -31,01   -2,88%
  • LQ45 769   -18,71   -2,38%
  • ISSI 264   -8,34   -3,06%
  • IDX30 409   -9,83   -2,34%
  • IDXHIDIV20 505   -10,04   -1,95%
  • IDX80 118   -3,40   -2,81%
  • IDXV30 136   -2,76   -1,99%
  • IDXQ30 132   -2,88   -2,13%

Cinema XXI (CNMA) Catat Pendapatan Rp 5,9 Triliun pada 2025


Jumat, 06 Maret 2026 / 10:46 WIB
Cinema XXI (CNMA) Catat Pendapatan Rp 5,9 Triliun pada 2025


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,9 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 2,6% dibandingkan Rp 5,7 triliun pada tahun 2024. 

Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya, Suryo Suherman menyampaikan, capaian kinerja di tahun 2025 ditopang oleh pendapatan dari penjualan tiket sebesar Rp 3,6 triliun. Kemudian disusul penjualan makanan dan minuman sebesar Rp 2 triliun, serta pendapatan lainnya sebesar Rp 298 miliar yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara.

“Di tengah dinamika ekonomi dan industri, Cinema XXI menjaga kinerja bisnis dan senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi para penikmat film di seluruh Indonesia. Kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi penguat utama dalam menjaga kinerja perusahaan,” ujar Suryo, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/3/2026). 

Baca Juga: Produksi Minyak di Pertamina EP Limau Field Meningkat Jadi 5.102 BOPD

Cinema XXI juga mencatat 85 juta penonton sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3,0% menjadi Rp 46.057, yang didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX®. 

Untuk mencapai pertumbuhan, perseroan juga terus memperkuat pengembangan segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi peningkatan customer experience. 

Dia melanjutkan, tim internal Cinema XXI berhasil mengembangkan total lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café dengan tetap memperhatikan tren dan preferensi pasar. 

“Selain itu, kami mengimplementasikan strategi bundling tiket dan F&B di aplikasi m.tix sebagai bagian dari optimalisasi strategi penjualan, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai transaksi per pelanggan,” katanya. 

CNMA mencatat, rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) pada 2025 tercatat meningkat 5,9% menjadi Rp25.814. Hal ini mencerminkan peningkatan daya tarik produk serta kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja Perseroan.

Dari sisi ekspansi jaringan, Cinema XXI meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar. Ekspansi ini mencakup kehadiran perdana Cinema XXI di sejumlah wilayah baru, seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung). Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Perhapi Dorong Langkah Berbasis Kajian Ilmiah dalam Polemik Tambang & Banjir Sumatra

“Ekspansi jaringan yang kami lakukan sepanjang tahun 2025 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses hiburan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia. Ke depan, kami akan terus mengakselerasi penambahan layar baru secara selektif, dengan tetap menjaga kualitas layanan,” jelasnya.

Suryo menambahkan bahwa Perseroan memandang prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kualitas dan keragaman konten. 

Baca Juga: Mendag Bakal Panggil Eksportir Sawit Bahas Dampak Perang AS-Israel vs Iran

Di tahun 2025, terdapat lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing ditonton oleh lebih dari satu juta penonton. Pencapaian ini dipertegas dengan keberhasilan dua judul film nasional yang melampaui 10 juta penonton sekaligus menciptakan dua rekor baru, yakni Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku!. 

Pada akhir 2025, laba bersih setelah pajak CNMA tercatat sebesar Rp776,2 miliar, sementara EBITDA tercatat Rp1,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×