kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Setelah operasi pasar, harga beras bisa turun Rp 300-Rp 500 per kg


Kamis, 23 Desember 2010 / 11:57 WIB
Setelah operasi pasar, harga beras bisa turun Rp 300-Rp 500 per kg


Reporter: Herlina KD, Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Untuk meredam harga beras yang terus melambung, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan operasi pasar (OP) beras. Melalui OP ini, diharapkan harga beras bisa ditarik turun ke harga normal.

Syamsul Hilataha, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, pengelola Pasar Induk Cipinang mengatakan OP yang dilakukan Bulog bisa menekan harga beras rata-rata hingga Rp 500 per kilogram (kg). "Yang akan datang akan ada OP terus menerus, sehingga harga bisa lebih turun lagi," ujarnya Rabu Malam (22/12).

Sementara, Ujang, salah satu pedagang beras di Pasar Induk Cipinang mengaku, setelah OP ini harga beras yang ia jual bisa turun Rp 300-Rp 400 per kg untuk beras jenis IR-64. Setelah OP ini, Bulog memasang harga beras Rp 6100 per kg, sedangkan pedagang menjual dengan harga eceran Rp 6500/kg. Sedangkan untuk beras medium harga jualnya Rp 7000 per kg dan kualitas bagus seharga Rp 7500 per kg.

Menteri Perekonomian Hatta Radjasa bilang, dalam OP pasar di Pasar Induk Cipinang pagi tadi, bahwa konsumsi beras masyarakat dalam sebulan mencapai 3 juta ton. Dengan pemerintah akan melakukan operasi pasar khusus (OPK) beras secara lebih intensif, hal itu akan mengendalikan harga beras.

"Operasi pasar kita intensifkan di seluruh daerah di indonesia yang mengalami kenaikan harga 5% ke atas, dan disesuaikan dengan konsumsi masyarakat setempat. Dengan demikian kita harapkan akan ada kestabilan harga," katanya.

Syamsul menjelaskan, sejak tiga minggu lalu harga beras di pasar induk Cipinang sudah berangsur normal. "Harga beras di Cipinang paling murah Rp 6.000 per kg, kelas medium Rp 6.500 per kg dan beras yang paling mahal Rp 7.500 per kg," ungkap Syamsul. Menurutnya, kisaran harga ini sudah menyentuh harga beras wajar untuk saat ini.

Jika dibanding dengan harga beras di pasar lain, Syamsul mengatakan selisih harganya rata-rata sebesar Rp 200 per kg. Sebab, "Kalau selisihnya terlalu tinggi, pedagang juga sulit untuk menjual," katanya.

Untuk pasokan beras per hari, Syamsul mengungkapkan kondisi saat ini berbeda dengan saat krisis beras tahun 2007 lalu. Kala itu, kata Syamsul pasokan beras di pasar Cipinang rata-rata hanya 400 ton per hari. "Sekarang, pasokan per hari tidak kurang dari 2.000 ton," jelasnya.

Menurut Syamsul, stok beras pasar Cipinang rata-rata sebanyak 30.000 ton. Sedangkan pasokan beras rata-rata 3.000 ton - 5.000 ton per hari. Saat ini harga jual beras eceran di kisaran Rp 6500/kg, sebelumnya harga beras eceran mencapai Rp 6800/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×