kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemerintah akan impor beras 1,33 juta ton akhir tahun ini


Rabu, 22 Desember 2010 / 13:23 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Untuk mengamankan stok beras nasional, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) tahun ini akan mengimpor beras sebanyak 1,33 juta ton.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan, Bulog sudah menandatangani kontrak pembelian beras ini. "Sebanyak 600.000 ton beras ini akan masuk sebelum akhir Desember 2010. Sisanya akan masuk pada Januari sampai Februari 2011," ujar Hatta seusai Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Rabu (22/12).

Selain melakukan impor beras, untuk mengendalikan harga beras di dalam negeri, Hatta bilang pemerintah akan mempercepat penyaluran beras miskin (raskin) dan operasi pasar khusus (OPK).

Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, impor beras pemerintah yang terakhir sebanyak 250.000 ton berasal dari Thailand.Beras yang diimpor pemerintah ini adalah jenis beras dengan tingkat pecahan atau broken sekitar 5% - 10% atau masuk golongan beras premium.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krishnamurti menambahkan, untuk impor terakhir pemerintah mendapatkan harga beras impor dengan harga kisaran US$ 450 - US$ 480 per ton.




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×