kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Shell menangkap berkah dari mobil murah


Selasa, 08 Oktober 2013 / 14:59 WIB
ILUSTRASI. Promo Hypermart Hyper Diskon Weekend Periode 3-6 Juni 2022


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Munculnya mobil murah alias low cost green car (LCGC) mendatangkan berkah bagi pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Shell Indonesia.

Sebab, kebijakan wajib menenggak bahan bakar minyak (BBM) non subsidi untuk mobil LCGC, tentu saja akan menaikkan permintaan BBM non subsidi, termasuk BBM non subsidi keluaran Shell Indonesia.  

Berdasarkan aturan pemerintah, mobil murah hanya diperbolehkan meminum BBM dengan RON 92. Dengan aturan itu, Shell yakin, permintaan BBM miliknya tahun depan bisa naik di atas 20% dari realisasi tahun ini.

"Target kita di atas 20% persen," ujar Julio Manuputy, Retail Marketing Manager Shell Indonesia di Hotel Dharmawangsa, Selasa (8/10).

Julio yakin, kehadiran mobil murah akan meningkatkan pembelian BBM milik Shell. "tentu akan mempengaruhi, sebab LCGC harus memakai BBM Ron 92, ini akan berdampak langsung kepada penjualan kami," ungkap Julio yang mendukung kebijakan mobil LCGC tersebut.

Agar bisa mengiringi kenaikan permintaan, Shell sudah mempersiapkan pendirian SPBU baru. Setiap tahunnya, Shell menargetkan bisa menambah 10 SPBU di kota-kota penting di Indonesia. (Adiatmaputra Fajar/Tribunnews

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×