kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Shield On Service (SOSS) targetkan kontribusi luar Jawa capai 30% di 2020


Senin, 30 Desember 2019 / 14:21 WIB
Shield On Service (SOSS) targetkan kontribusi luar Jawa capai 30% di 2020
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Shield-On Service Tbk Herman Julianto (keempat kiri) berbincang bersama (dari kiri) Komisaris Independen Supratman Gunawan, Direktur Prasetyo Wibowo, Komisaris Utama Robby Yulianto, Direktur Iwan Sutanto dan Direktur Komisaris Independen

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Shield On Service Tbk (SOSS) pada tahun depan bakal memperkuat segmentasi pasar perkebunan dan pertambangan. Saat ini, perusahaan memiliki klien untuk perkebunan dan pertambangan di Sumatera dan Kalimantan.

Prasetyo Wibowo, Direktur SOSS menjelaskan fokus segmen tersebut juga akan mengerek kontributor pendapatan dari luar Jawa. Tahun ini, menurutnya kontrak yang berasal dari luar Pulau Jawa sudah mencapai 20% dari total pendapatan.

"Tahun depan kontribusi luar Pulau Jawa sekitar 20%-30% karena saat ini paling besar pasarnya masih di Jawa," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/12)

Baca Juga: SOSS luncurkan SOS Academy untuk recurring income

Ia menyebut pihaknya juga sudah siap untuk menggarap proyek-proyek perkebunan dan pertambangan di remote area. Sejauh ini, pihaknya sudah berinvestasi di equipment pendukung operasional di wilayah tersebut.

"Kami menyasar niche market untuk perkebunan dan pertambangan karena tidak semua bisa investasi. Kami punya kendaraan off road, drone, dan telepon satelit yang tidak semua perusahaan jasa outsourcing punya," lanjutnya.

Oleh karena itu, untuk menggarap segmen tersebut pihaknya membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang spesifik. Keahlian ini menjadi nilai tambah dan daya saing bagi perusahaan untuk bisa menggarap remote area di luar Pulau Jawa.

"Misalnya mau ke perkebunan itu kami training dulu bagaimana memadamkan kebakaran bukan hanya sisi keamanan. Kami juga training cara merangkul masyarakat sekitar jadi ini one stop solution," tutupnya.




TERBARU

Close [X]
×