kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.980   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Simak strategi Intraco Penta (INTA) tingkatkan penjualan alat berat


Minggu, 25 Agustus 2019 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Alat berat Volvo dari PT Intraco Penta Tbk (INTA)


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sepanjang semester pertama tahun ini PT Intraco Penta Tbk (INTA) berhasil menjual alat berat sebanyak 334 unit, nilai ini turun sekitar 33% dari realisasi penjualan pada paruh pertama 2018 sebesar 499 unit.

Ferdinand D. Investor Relations Strategist INTA menyampaikan, kontribusi penjualan terbesar masih dari sektor pertambangan.

Baca Juga: Kena Dampak Harga Batubara, Penjualan Alat Berat INTA Anjlok

"Ini karena sektor tersebut yang paling banyak membutuhkan alat berat mulai dari proses pembukaan lahan, produksi penambangan, sampai pengangkutan, sehingga sektor ini masih sangat dominan terhadap penjualan alat berat," paparnya, Minggu (25/8).

Mengenai prospek penjualan alat berat pada tahun ini, Ferdinand memproyeksikan tak akan sebaik capaian tahun lalu lantaran adanya penurunan harga batubara.

Ia menjelaskan, penurunan harga batubara mempengaruhi kinerja INTA karena sektor tersebut menyumbang pendapatan paling besar terhadap pendapatan perusahaan.

"Sehingga saat terjadi pelemahan pada sektor ini akan akan berimbas pada penjualan alat berat dan pendapatan perseroan," imbuhnya.

Baca Juga: Pendapatan alat berat turun, Intraco Penta (INTA) mulai diversifikasi bisnis

Meski demikian, sambungnya, INTA terus berupaya meraih kinerja yang bagus pada lini penjualan alat berat dengan meningkatkan penjualan ke sektor lain seperti konstruksi, perkebunan, general industry dan infrastruktur.

Tak hanya itu, INTA juga melakukan diversifikasi bisnis ke beberapa sektor, terutama sektor yang menjamin pendapatan berulang atawa recurring income seperti pembangkit listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×