kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sinar Mas Land Serius Garap Proyek Properti dengan Konsep Green Building


Rabu, 02 Agustus 2023 / 17:59 WIB
Sinar Mas Land Serius Garap Proyek Properti dengan Konsep Green Building
ILUSTRASI. Diskusi penerapan ESG oleh Sinar Mas Land di Marketing Office BSD City, Rabu (2/8/2023).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinar Mas Land menjadi salah satu pengembang properti di Indonesia yang telah mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan sebelum proses ESG (Environmental, Social, Governance) diterapkan. 

Sinar Mas Land juga mendukung penuh kebijakan pemerintah mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. 

Langkah konkret Sinar Mas Land untuk meminimalisir dampak negatif dari perubahan iklim ini terlihat dari penerapan material ramah lingkungan, menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui penerapan panel surya di bangunan-bangunan komersial, sarana penerangan jalan hingga pemanfaatan layanan Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero). 

Baca Juga: Begini Upaya Sinar Mas Land Terapkan Prinsip ESG dalam Proyek-Proyeknya

Melalui layanan tersebut, Sinar Mas Land turut mendukung inisiasi pemerintah dan mengambil bagian dalam mengurangi emisi CO2.

Selain mengoptimalkan sertifikat EBT, sejumlah gedung perkantoran milik Sinar Mas Land juga telah mendapatkan sertifikasi Green Building dari Green Building Council Indonesia (GBCI). 

Selanjutnya, untuk kawasan perkantoran BSD Green Office Park sudah tersertifikasi Gold Green District dari Building Construction Authority (BCA) Singapura. Perusahaan terus berkomitmen untuk menerapkan konsep sustainable development dalam setiap produk hunian hingga kegiatan bisnisnya. 

Dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, Sinar Mas Land pun bekerja sama dengan Chandra Asri untuk mengaplikasikan aspal dengan campuran sampah plastik sepanjang 3,8 km atau 56.138 m² di kawasan BSD City pada tahun 2022 dan berlanjut hingga tahun 2023. 

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat sekitar daerah pembangunan menuju penerapan model ekonomi sirkular. 

Menanggapi langkah yang diambil Sinar Mas Land, partner Risk Assurance PwC, Meita Laimanto menyampaikan, perjalanan ESG suatu organisasi adalah suatu perjalanan yang berdampak tidak hanya pada aspek kehidupan kita sebagai individu, tetapi juga perusahaan atau organisasi. 

“Sebagai individu, kita ingin mencapai keberlanjutan karena kepedulian kita terhadap kesejahteraan sosial dan lingkungan kita. Perusahaan atau organisasi perlu memastikan bisnis yang berkelanjutan dalam lanskap risiko yang senantiasa berubah,” kata dia dalam Media Talkshow diselenggarakan pada hari ini (2/8) bertempat di Marketing Office BSD City, Rabu (2/08).

Meita mengatakan, penting bagi perusahaan untuk memaparkan perjalanan ESG dan inisiatif mereka secara transparan, akurat, dan tepat. 

Hal ini merupakan kunci untuk memperoleh dukungan dan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan serta mencapai kesuksesan dalam perjalanan ESG organisasi.

Di sisi lain, Chief Risk & Sustainability Officer Sinar Mas Land, M. Reza Abdulmajid mengatakan dalam mewujudkan visi untuk 'Building a Better Future', perseroan secara konkret terus melakukan pembangunan berkelanjutan yang diterapkan dalam produk properti dengan target mengurangi emisi karbon hingga 34% dari penggunaan listrik pada tahun 2034 mendatang. 

Baca Juga: Dampak ESG Terhadap Sektor Properti:Sinar Mas Land Kembangkan Produk Ramah Lingkungan

“Upaya penerapan konsep sustainable development ini memberikan dampak yang positif bagi pengembang dan pemilik properti seperti pengurangan biaya operasional, penghematan penggunaan energi listrik, hingga peningkatan kesehatan dan produktivitas penghuni,” kata dia. 

Ia menambahkan, dampak positif yang dihasilkan dari penerapan konsep pembangunan berkelanjutan mendorong konsumen melirik rumah dan gedung yang ramah lingkungan untuk investasi dan kepemilikan mereka. 

Bahkan, untuk bangunan komersial seperti gedung perkantoran BSD Green Office Park pun memiliki occupancy rate di atas 93 persen. 

“Apalagi saat ini tren green living juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×