kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

SKB Belum Terbit, Genset Sudah Nyala


Senin, 15 September 2008 / 21:42 WIB
SKB Belum Terbit, Genset Sudah Nyala


Reporter: Hikmah Yanti,Nurmayanti,Havid Vebri | Editor: Test Test

JAKARTA. Diam-diam para pebisnis di sektor ritel mulai menjalankan aturan-aturan yang tertuang dalam draf surat keputusan bersama (SKB) lima menteri. Padahal, draf SKB tentang penghematan listrik di sektor ritel itu, hingga kini belum resmi diterapkan pemerintah.

Di antara isi SKB yang mulai dipatuhi peritel adalah menyalakan generator (genset) sekali seminggu selama tiga jam. Ketua Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APBI) Stefanus Ridwan mengaku, sudah sepekan ini perusahaan anggotanya menyalakan genset setiap minggu. "Tapi kami tetap keberatan kalau SKB itu mengatur sanksi pemadaman bila tidak menyalakan genset," ujarnya, Senin (15/9).

Tak urung, sikap koperatif yang ditunjukkan para pengusaha ritel itu membuat pemerintah berpikir ulang untuk menerapkan SKB.  "Kalau aturannya sudah berjalan silakan saja tanpa SKB. Jadi, bisa saja tanpa SKB asalkan aturannya berjalan," kata Purnomo, Senin (15/9).

Direktur Bina Pasar Departemen Perdagangan Gunaryo memastikan, pemerintah tetap serius membahas SKB. Gunaryo bilang, saat ini pembahasan SKB sudah sampai di tingkat menteri. "Pembahasan di level kami sudah selesai," ujarnya.

Menurutnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sudah mengirimkan rancangan SKB kepada empat menteri  lainnya yang terlibat perumusan SKB. "Harapannya sebelum lebaran SKB bisa terbit," ucapnya .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×