Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Dikky Setiawan
JAKARTA. Meski Presiden Joko Widodo sudah memutuskan pengolahan lapangan gas abadi, Masela dibangun di kilang darat atau onshore nyatanya, hingga saat ini belum ada banyak kemajuan dari instruksi tersebut.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) belum menanggapi permintaan Inpex Masela Ltd dan Shell yang meminta perubahan skema kontrak atau term and condition dalam pembangunan proyek kilang LNG darat.
SKK Migas memilih menunggu hasil kajian para pengembang gas kilang darat, Inpex di Blok Masela, yakni Inpex dan Shell.
"Kami melihat studi mereka soal onshore untuk melihat ada perubahan permintaan term and condition contract," kata Wakil Kepala SKK Migas M.I Zikrullah, Jumat (27/5).
Jika hasil studi pengembangan blok Masela di darat yang dilakukan Inpex selesai, maka SKK Migas siap melihat dan mendengar usulan-usulan rencana pengembangan yang diajukan oleh Inpex. "Tunggu hasil studi selesai dulu," ujarnya.
Senior Communication Manager Inpex Corporation, Usman Slamet menyatakan, keputusan pemerintah atas konsep darat, Inpex memang menghitung dan mengkaji ulang keekonomian proyek, perencanaan dan jadwal proyek.
Contohnya mengenai perihal regulasi, fiskal, dan pertimbangan komersial, serta risiko non-teknis, termasuk pertimbangan sosial ekonomi), rencana pembangunan daerah seperti yang diinginkan Pemerintah Indonesia.
Seperti juga pemerintah, Usman bilang, Inpex berharap dapat segera mendiskusikan lebih lanjut dengan pemerintah, sehingga usaha untuk early start up project development bisa tercapai.
"Saat ini kami berharap bisa segera bertemu dengan pemerintah untuk membicarakan langkah langkah yang perlu dipersiapkan dan disepakati bersama agar proyek dapat segera dimulai kembali," kata dia ke KONTAN, Minggu (29/5).
Sekadar menyegarkan ingatan, Inpex sudah menghabiskan dana sebanyak US$ 1,2 miliar untuk melakukan kajian atas pembangunan kilang di laut atau off shore.
Adanya putusan pemerintah harus dibangun di darat, Inpex akan kembali mengkaji fasilitas produksi Lapangan Abadi dengan memakai skema kilang LNG di darat. Adapun target final investment decision tahun 2018 dan operasi pada 2024 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













