kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Skrining Kesehatan Sejak Dini Semakin Penting, Ini Alasannya


Rabu, 15 April 2026 / 13:27 WIB
Skrining Kesehatan Sejak Dini Semakin Penting, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Cek Segitiga Dexa (Dok/Dexa Medika)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Membangun budaya deteksi dini menjadi langkah krusial dalam menghadapi penyakit tidak menular (PTM) yang hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi kerap berkembang tanpa gejala berarti di tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat kondisi sudah cukup serius.

Sementara itu, kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya sendiri masih rendah. Hal itu tercermin dari hasil Program Cek Segitiga PT Dexa Medica yang digelar di Bogor pada  12 April 2026 lalu yang diikuti 679 perserta. 

Hasil dari cek kesehatan gratis tersebut diikuti oleh ratusan warga menunjukkan bahwa 7 dari 10 atau 73,8% peserta berisiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol. Hasil pemeriksaan kesehatan ini menekankan pentingnya deteksi dini sebagai upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Tingginya angka risiko tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum menyadari kondisi kesehatannya. Hal ini terlihat dari hasil skrining di lapangan yang menemukan bahwa 54,2% peserta memiliki kadar kolesterol di atas normal (>199 mg/dL), 42,1% mengalami tekanan darah tinggi, dan 10,3% memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 200 mg/dL.

Baca Juga: Pakar Kesehatan Masyarakat Ungkap Tips Kesehatan Saat Lebaran 2026

Manager Dharma Dexa Mateus Ramidi menegaskan program ini merupakan komitmen berkelanjutan Dexa Group dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesehatan nasional.

Pada 2026, program Cek Segitiga dimulai dari Bogor dengan harapan partisipasi masyarakat terus meningkat agar manfaatnya semakin luas. “Dexa Group juga memastikan akses pengobatan melalui penyediaan obat generik berkualitas yang tersebar di 38 cabang di seluruh Indonesia,” kata Mateus dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Melalui program ini, Dexa Group ingin memperluas layanan preventif sekaligus membangun budaya deteksi dini di masyarakat, sebagai langkah penting menghadapi penyakit tidak menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

Dokter Umum RS Mulia Pajajaran Ghivarel Adriensa menyebut hasil skrining dari program Cek Segitiga itu mencerminkan meningkatnya kerentanan masyarakat akibat gaya hidup kurang aktif. 

Baca Juga: Tren Pencegahan Penyakit Menguat, Bisnis Layanan Kesehatan Keluarga Kian Terintegrasi

Ia menegaskan, banyak peserta sudah berada dalam kondisi serius tanpa menyadarinya karena tidak merasakan gejala, seperti kadar gula darah yang bisa mencapai 500 mg/dL atau tekanan darah di atas 200 tanpa keluhan. Kondisi ini berbahaya karena penyakit kerap tidak menunjukkan gejala di tahap awal, sehingga skrining menjadi sangat penting.

Ghivarel juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan harus dilakukan secara konsisten, tidak hanya bergantung pada hasil pemeriksaan. “Pola makan sesuai anjuran, olahraga rutin 3–5 kali seminggu, tidak merokok, serta pengelolaan stres menjadi kunci, terutama dengan menghindari gaya hidup sedentari dan mulai aktif bergerak,” kata Ghivarel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×