kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Pakar Kesehatan Masyarakat Ungkap Tips Kesehatan Saat Lebaran 2026


Jumat, 20 Maret 2026 / 20:12 WIB
Pakar Kesehatan Masyarakat Ungkap Tips Kesehatan Saat Lebaran 2026
ILUSTRASI. Pemeriksaan kesehatan sopir bus mudik di Palu (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pakar Pulmonologi dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama turut mengungkapkan tips kesehatan saat merayakan Hari Lebaran tahun 2026 bersama dengan keluarga. Dia menyebut ada lima tips yang disarankannya saat merayakan Lebaran 2026.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu, mengatakan salah satunya adalah tidak makan yang berlebihan saat Lebaran 2026. Menurutnya, jangan jadikan momen lebaran sebagai momen balas dendam setelah menjalani puasa selama satu bulan.

"Jangan “mentang-mentang” sudah sebulan berpuasa dan “mumpung” banyak makanan maka kemudian kita jadi “balas dendam” dan makan berlebihan," ujar Tjandra dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Baca Juga: Halodoc Alami Lonjakan Konsultasi Maag dari Tengah Malam Hingga Pagi, Ada Apa?

Tjandra menyebut jika seseorang memiliki sakit diabetes, maka sebaiknya saat momen lebaran seseorang harus mengontrol pola makannya.

"Mereka yang dengan hipertensi maka mengkonsumsi makanan asin terlalu banyak ketika lebaran juga mungkin akan mempengaruhi kesehatannya. Selain itu, makan terlalu banyak juga dapat mengganggu sistem pencernaan kita, perut kembung, indigestion dan juga masalah reflux gastroesofageal," ucapnya.

Kemudian, Tjandra juga menyarankan seseorang tidak banyak mengkonsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) secara berlebihan.

"Demikian juga jangan terlalu banyak kue-kue manis dan atau minuman manis lainnya. Sesekali minum manis tentu saja dapat ditolerir, tetapi minum air putih juga amat dianjurkan tentunya," ungkap Tjandra.

"Ketiga sudah sejak lama saya selalu menganjurkan agar bulan Ramadan dijadikan momentum berhenti merokok," kata Tjandra.

Dia menyarankan untuk seseorang berhenti merokok setelah banyak menahan diri ketika bulan Ramadan.

Baca Juga: Usmile Siap Atasi 25% Masyarakat yang Mengeluhkan Bau Mulut Saat Ramadan

"Keempat, untuk yang punya penyakit kronik dan harus konsumsi obat rutin maka jangan lupa obatnya dimakan sesuai aturan. Bahkan bukan tidak mungkin obat-obat tertentu mungkin perlu penyesuaian dosis karena konsumsi makanan yang tidak terkontrol baik," sebut dia.

Lebih lanjut, Tjandra mengatakan bahwa seseorang harus banyak istirahat setelah melakukan perjalanan jauh selama perjalanan mudik. 

"Ada baiknya istirahat agar badan pulih dan setelah itu silahkan beraktivitas," ucap dia.

Pun, Tjandra juga menyarankan seseorang agar memiliki antisipasi jika ingin bepergian ke tempat wisata.

"Kemudian, waktu istirahat dan tidur juga harus tetap terjaga baik. Misalnya jangan jadi begadang berkepanjangan karena sudah lama tidak ketemu teman dan kerabat di kampung halaman," tandasnya.

Baca Juga: Asosiasi Rumah Sakit Usulkan Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Saat KRIS Diterapkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×