kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

SMS broadcast distop, omzet pengusaha label drop


Rabu, 28 Maret 2012 / 10:04 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung menggunakan masker di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. KONTAN/Baihaki


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Keluarnya Surat Edaran (SE) No 177 tentang Pemberhentian SMS Broadcast Aduan Potong Pulsa oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), membuat bisnis perusahaan label terperosok.

Omzet penjualan mereka dari ring back tone (RBT) dan penjualan lagu digital turun drastis. Mereka mengklaim mengalami penurunan omzet hingga 95%. Jika berlanjut, usaha mereka berada diambang kebangkrutan.

"Saat ini, rata-rata omzet perusahaan label hanya Rp 30-50 miliar per tahun, dari omset sebelumnya antara Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun per tahun," kata juru bicara Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) Rajasa, di Jakarta, Selasa (27/3).

Dijelaskannya, saat ini perusahaan label sulit berkembang karena potensi pendapatan terbesar berada pada penjualan musik secara digital dan penjualan RBT. Bisa dibilang, 80% bisnis penjualan berupa musik digital dan RBT.

Namun, karena belum ada aturan baru mengenai SMS broadcasting itu, membuat bisnis mereka berada dalam ketidakpastian. (Hendra Gunawan/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×