kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Soal sawit, Indonesia ancam seret AS ke WTO


Rabu, 01 Februari 2012 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.


Reporter: Rika Panda | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Pertanian mengancam menyeret Amerika Serikat (AS) ke organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO) terkait kasus penolakan AS memakai crude palm oil (CPO) dari Indonesia.

“Saat ini, kami (Kementan) bersama-sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sedang merumuskan untuk melengkapinya (laporan),” kata Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu (1/2).

Laporan yang disusun tersebut Gamal itu untuk membantah pernyataan AS, yang menetapkan CPO tidak sesuai dengan produk sustainable. Selain itu, AS juga mengkampanyekan CPO Indonesia sebagai produk yang merusak hutan.

“Ada data-data yang kami kumpulkan untuk membantah itu semua. Bahkan ada penelitian untuk memperkuat data-data kami. Data dan fakta inilah yang akan kami sampaikan,” terang Gamal.

Menurut Gamal, Indonesia sudah lama menjadi negara eksportir sawit, bahkan menjadi salah satu produsen sawit terbesar di dunia. Karena itulah, lanjut Gamal, dirinya yakin para pengusaha sudah menyiapkan hal-hal terkait untuk memenuhi syarat-syarat ekspor sawit.

Suistanable ekspor sawit sudah diberlakukan, perusahaan sudah mempersiapkannya. Saya yakin standar sustainable palm oil (default emisi saving) sudah lebih dari ketentuan,” tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×