kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Amerika Serikat tolak memakai CPO untuk biofuel


Senin, 30 Januari 2012 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan menggunakan payung saat hujan deras yang mengguyur Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

INDRAMAYU. Amerika Serikat (AS) menolak pemakaian minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dari Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi di Indramayu, Sabtu (28/1).

Bayu bilang, sejak Sabtu lalu, pemerintah AS sudah mengeluarkan notifikasi, kalau CPO tidak termasuk sebagai produk sustainable product. Dengan begitu, CPO dari Indonesia tertutup untuk dijadikan bahan baku biofuel di negara Uwak Sam itu.

Atas keputusan itu, Bayu menyatakan, akan melakukan kajian sesegera mungkin guna melakukan klarifikasi. Bukan itu saja, pemerintah juga akan mengeluarkan ketentuan tentang perdagangan green produk.

“Nanti segera akan ada pembebasan atau penyederhanaan ketentuan perdagangan terkait dengan green produk. Itu merupakan hal yang akan mempengaruhi ekpor. Ini harus kita perjuangkan, kita masih punya waktu 1 bulan untuk memberikan penjelasan bahwa itu tidak benar,” tegas Bayu. (Srihandriatmo Malau/Tribunnews.com).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×