Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko kenaikan harga pangan global membayangi Indonesia seiring potensi gangguan produksi pertanian akibat fenomena El Nino, kenaikan harga energi dan pupuk, serta meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk biodiesel.
Dalam laporan Energy disruption and El Nino: Leading to a global food crisis?, S&P Global Institute memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia berpotensi turun hingga 5,8 juta ton akibat dampak El Nino, sementara Malaysia berisiko kehilangan 2,5 juta ton.
Dampaknya diperkirakan mulai terlihat lebih nyata pada Maret 2027 karena respons produksi sawit terhadap cuaca memiliki jeda sekitar enam hingga delapan bulan.
Baca Juga: SKK Migas Lapor PHR Rampungkan Tajak Dua Sumur di Riau, Segini Produksinya
Risiko tersebut terjadi ketika kebutuhan minyak sawit untuk industri, yang sebagian besar terkait biodiesel, terus meningkat. S&P Global memperkirakan konsumsi minyak sawit untuk kebutuhan industri Indonesia mencapai 18,4 juta ton pada 2026–2027, hampir lima kali lipat dibandingkan 3,7 juta ton pada 2015–2016.
Di sisi lain, gangguan energi turut meningkatkan biaya pupuk dan bahan bakar bagi petani. Sekitar 29% perdagangan urea global dan 47% perdagangan sulfur dunia biasanya melewati Selat Hormuz.
Gangguan pasokan membuat harga urea Timur Tengah sempat mencapai US$ 910 per ton pada April 2026 dari sekitar US$ 420 per ton pada Januari 2026. Kondisi ini berisiko menekan penggunaan input pertanian dan produktivitas panen.
S&P Global memperingatkan, kombinasi gangguan pasokan, El Nino, dan meningkatnya permintaan biodiesel dapat mempersempit pasokan komoditas pangan. Jika harga pangan global kembali naik 10%, negara berpendapatan menengah seperti Indonesia berpotensi mengalami tambahan inflasi umum sekitar 2,5–3 poin persentase.
Baca Juga: Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan
Risiko tersebut dapat semakin terasa pada 2027–2028 ketika tekanan pangan berbarengan dengan kenaikan biaya energi dan pupuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













