kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sri Rejeki Isman berharap Eropa hapuskan tarif produk tekstil


Sabtu, 11 Agustus 2018 / 08:45 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) berharap adanya penghapusan tarif produk tekstil (TPT) ke pasar Eropa. Permintaan penghapusan tarif ini bisa dilakukan dalam negosiasi Indonesia- European Union Cemprehensive Economic Partnership Agreememt (I-EU CEPA).

Corporate Secretary SRIL, Welly Salam kepada Kontan.co.id, Jumat (10/8) menyebut, jika Indonesia berhasil melobi penghapusan tarif impor tekstil di Eropa, ekspor benang dan garmen SRIL bakal ikut naik. Produk yang saat ini ekspor di antaranya adalah benang dan kain jadi.

Bahkan SRIL juga mengekspor garmen berupa pakaian militer ke 33 negara baik Eropa maupun Asia. Produk garmen militer itu, kata Welly, dipasok berdasarkan tender dimana rata-rata sudah selesai di semester I-2018.

Pada semester I-2018 ini, segmen ekspor SRIL menyumbang 53% dari total pendapatan bersih perseroan atau senilai US$ 292 juta. Itu naik 37% secara year on year (yoy) yang hanya US$ 212 juta.

Adapun, kawasan Asia masih mendominasi penjualan perseroan di semester I-2018. Nilainya US$ 218 juta atau tumbuh 71% dari tahun lalu. Sementara kawasan Eropa masih sekitar US$ 36 juta, hanya naik 5,8%. "Kami optimistis pendapatan tahun ini tumbuh 35%," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×