kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Steadfast Marine (KPAL) bidik kontrak pembuatan kapal dari instansi pemerintah


Jumat, 20 Desember 2019 / 17:47 WIB
Steadfast Marine (KPAL) bidik kontrak pembuatan kapal dari instansi pemerintah
ILUSTRASI. Kapal produksi perusahaan galangan kapal Steadfast Marine

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) pada tahun depan menargetkan bisa mendapatkan kontrak pembuatan kapal dari instansi pemerintahan diantaranya TNI AL dan AD, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Perhubungan. Sedangkan untuk kontrak dari swasta ditargetkan tidak akan terlalu banyak pada tahun depan.

Mulyadi Chandra, Sekretaris Perusahaan KPAL menyebutkan pada akhir tahun ini biasanya kontrak tender pengadaan kapal di instansi pemerintahan dibuka. Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah menyiapkan untuk mengikuti tender tersebut. Menurutnya, pihaknya akan mengikuti semua tender yang sesuai dengan kapabilitas galangan miliknya.

Baca Juga: Steadfast Marine (KPAL) optimistis bisa bukukan pendapatan Rp 160 miliar tahun 2019

“Tahun 2015 sampai saat ini kami pernah membangun 13 kapal dari Kemenhub size-nya 1.200 GT sampai 2.000 GT sampai panjang 80 meter. Jadi galangan kapal kami bisa membuat kapal sampai dengan 110 meter dengan banyaknya 13-14 unit kapal,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/12)

Selain mampu membuat kapal penumpang dan pengangkut barang, pihaknya juga bisa membuat kapal patroli untuk kebutuhan TNI AL dan AD dengan panjang mencapai 29 meter. Untuk pengerjaan satu kapal biasanya perusahaan membutuhkan waktu 6 bulan sampai dengan 24 bulan tergantung jenis dan ukuran kapal.

“Kalau bicara instansi pemerintah dan angkatan memang mereka kan punya budget setiap 5 tahun. Mereka punya anggaran dan itu sudah dipastikan sehingga bisa diprediksi dan lebih sustain setiap 5 tahun pasti ada pembuatan kapal,” lanjutnya.

Baca Juga: KPAL bakal lakukan right issue di kuartal II tahun depan

Sayang dirinya tak mau membeberkan berapa target pembuatan kapal yang akan dikerjakan tahun depan, yang jelas pihaknya akan ikut semua tender yang seusai dengan kemampuan.

Berkaca pada tahun ini, dari 5 target pembuatan kapal, pihaknya hanya merealisasikan 2 unit kapal yang seluruhnya merupakan pesanan TNI AL, sedangkan 3 sisanya tak terealisasi karena tender dari swasta tersebut batal.

“Swasta tergantung dari makro, kalau industri tidak baik ya otomatis mereka tidak ada ekspansi dan tidak ada penambahan armada baru,” ujarnya.




TERBARU

Close [X]
×