kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Steady Safe (SAFE) terbebani beban cicilan dan bahan bakar


Selasa, 23 Oktober 2018 / 19:25 WIB
ILUSTRASI. Bus Transjakarta


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steady Safe Tbk menargetkan agar di akhir tahun ini perusahaan sudah mampu mencatat laba. Sebab, saat ini armada Steady Safe sudah beroperasi 100%. Tahun ini Steady Safe hanya beroperasi sebagai operator bus Transjakarta.

Direktur Utama Steady Safe John Pieter Sembiring mengatakan, dengan beroperasinya seluruh armada maka rata-rata pendapatan perusahaan per bulan sebesar Rp 8 miliar. Hanya saja, Steady Safe masih harus terbebani biaya cicilan dan biaya bensin yang cukup besar.

Setidaknya, kata John, biaya cicilan dan biaya bensin menyumbang masing-masing 30% terhadap total beban perusahaan. Catatan Kontan.co.id, satu unit bus Steady Safe yang beroperasi untuk Transjakarta seharga Rp 3 miliar per unit. Pembayaran bus merk Volvo itu dilakukan dengan dicicil selama empat tahun sejak dibeli pada tahun 2018 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×