kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Stok Cadangan Beras Pemerintah hanya 380 Ribu Ton, Stok Ramadan Aman?


Kamis, 16 Maret 2023 / 10:52 WIB
Stok Cadangan Beras Pemerintah hanya 380 Ribu Ton, Stok Ramadan Aman?
ILUSTRASI. Pekerja memindahkan karung berisi beras impor di Gudang Bulog Divre Sumatera Barat,


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog melaporkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini hanya mencapai 380.000 ton saja. Stok ini menipis jika dibandingkan dengan awal bulan Februari lalu 594.000 ton.

Meski demkian Bulog memastikan stok ini mencukupi untuk kebutuhan Ramadan hingga Lebaran, sebab pihaknya masih akan menyerap beras dari panen raya yang akan datang.

"Saat ini cadangannya memang 380.000 ton, tapi kita masa panen raya nih, begitu kita ambil langsung kita gunakan," kata Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) saat dijumpai di Transmart Cempaka Putih, Rabu (15/3).

Baca Juga: Bulog Guyur 1.000 Ton Beras ke Ritel Modern Transmart, Alfamart - Indomart Kapan?

Buwas mengatakan seiring berjalannya masa panen Bulog akan mulai menyerap beras dari petani. Ia juga melaporkan saat ini pihaknya sudah mulai menyerap beras dari panen raya awal dan sudah mendapatkan 18.000 ton beras.

Jumlah tersebut memang masih jauh lebih rendah dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 2,4 juta ton serapan untuk tahun 2023.

Namun kata Buwas, hal ini karena beras yang ada saat sekarang juga banyak diambil oleh kepentingan-kepentingan konsumen seperti di penggilingan, rumah tangga hingga swasta.

Sementara, Bulog tidak dapat menyerap maksimal jika stoknya terbatas. Sebab, Bulog sifatnya buffer stock atau pengamanan beras.

"Mamang jauh banget (dari target). Tapi saya bilang, bukan saya tidak mau menyerap tapi karena sekarang produktifitasnya terbatas," kata Buwas.

Baca Juga: Stabilkan Harga, Pemerintah Buka Keran Impor Beras 500.000 Ton Lagi

"Kalau lebih ya kami ambil, kalau kurang kami jadikan masalah di lapangan dong, datanya kurang," urai Buwas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×