kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.908   -80,00   -0,44%
  • IDX 6.122   -0,15   0,00%
  • KOMPAS100 794   0,57   0,07%
  • LQ45 608   -0,42   -0,07%
  • ISSI 213   0,76   0,36%
  • IDX30 337   -0,67   -0,20%
  • IDXHIDIV20 428   1,69   0,40%
  • IDX80 91   0,08   0,09%
  • IDXV30 116   0,84   0,73%
  • IDXQ30 110   0,18   0,16%

Stok kedelai masih dapat bertahan hingga dua bulan


Senin, 22 Desember 2014 / 19:46 WIB
ILUSTRASI. PT Astra International Tbk kembangkan bisnis kesehatan & masuk consumer good. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim stok kedelai aman setidaknya hingga dua bulan kedepan. Fluktuasi harga yang terjadi tersebut biasanya disebabkan oleh ulah pedagang yang memanfaatkan kondisi kebutuhan yang besar.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, guna meredam harga tersebut pihaknya meminta kepada para importir untuk mengontrol para pedagang. "Setelah saya bertemu sebenarnya tidak ada masalah, tidak ada kenaikan harga itu terjadi di pedagang," kata Rachmat, Senin (22/12).

Untuk menjawab keresahan tersebut, Rachmat telah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha khususnya importir. Setidaknya stok kedelai yang ada saat ini ada sekitar 400.000 ton.  Dengan jumlah tersebut pengrajin tempe dan tahu dapat terjamin pasokannya dalam dua hingga tiga bulan kedepan.

Harga kedelai ditingkat importir sendiri berada dikisaran Rp 7.300 per kilogram (kg). Sementara itu, di tingkat pengrajin teme dan tahu harga yang diterima berada dikisaran Rp 7.800 per kg-Rp 8.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×