Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen motor listrik milik PT Indika Energy Tbk (INDY), ALVA tetap optimistis memandang prospek industri motor listrik, meskipun insentif motor listrik telah dipastikan tak ada pada tahun ini.
Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha mengungkapkan, memang, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terjadi penurunan penjualan motor listrik pada awal tahun 2025 seiring tidak adanya insentif dari pemerintah.
“Namun, di separuh kedua 2025, kami melihat adanya pertumbuhan pasar jika dibandingkan dengan separuh kedua tahun 2024,” kata Putu kepada Kontan.co.id, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, hal ini juga bukan berarti menandakan pasar belum siap. Sebab ia melihat, pertumbuhan pasar ke depan tak hanya ditopang oleh kebijakan insentif, tetapi semakin didorong oleh kesadaran konsumen terhadap manfaat motor listrik.
Baca Juga: Danantara Pilih 16 Direksi SHD Pertamina & 12 Komisaris, Mars Ega Jadi Dirut SHD
“Konsumen kini semakin memahami nilai ekonomis dan fungsional yang ditawarkan, mulai dari biaya operasional yang lebih efisien, perawatan yang lebih sederhana, hingga kontribusi positif terhadap lingkungan,” jelas Putu.
Tren ini, kata dia, juga sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan dan generasi muda yang semakin menempatkan efisiensi, dan teknologi sebagai pertimbangan utama dalam memilih moda transportasi.
Dus, pada 2026 ini, ALVA berfokus pada sejumlah strategi, seperti inovasi skema finansial. ALVA kata Putu menghadirkan skema BEBAS, yaitu skema kepemilikan motor listrik ALVA yang lebih fleksibel untuk ALVA N3 dan ALVA CERVO. Pada skema ini, konsumen disebut tidak perlu membeli baterai di awal, melainkan bisa berlangganan baterai sewa.
“Melalui skema ini, ALVA N3 ditawarkan dengan harga Rp 15.500.000 (OTR Jabodetabek), dengan harga sewa baterainya Rp 150.000 per bulan untuk satu baterai, serta Rp 250.000 per bulan untuk dua baterai,” ujar Putu.
Sementara itu, ALVA CERVO ditawarkan dengan harga Rp 25.000.000 (OTR Jabodetabek), dengan langganan sewa baterainya seharga Rp 250.000 per bulan.
Tak hanya itu, Putu mengungkap ALVA juga punya diskon mandiri hingga Rp 7.000.000 guna mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia.
“Kami juga bekerja sama dengan 17 mitra finansial di nasional maupun regional untuk mempermudah masyarakat mengakses serta adopsi motor listrik,” lanjutnya.
ALVA, tambah Putu, juga menawarkan program trade in yang memungkinkan konsumen menukar motor berbahan bakar bensin dengan motor listrik ALVA.
Ke depan, ALVA juga secara aktif disebut akan tetap memperluas ekosistem infrastruktur pendukung motor listrik. Mulai dari boost charge station ALVA, layanan purnajual, ALVA Experience Center, customer service & roadside assistance 24 jam, serta teknologi pendukung seperti my ALVA App dan AICS.
Seiring dengan strategi tersebut, ALVA juga akan meluncurkan berbagai inovasi hingga program financing terbaru pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 ini.
Untuk tahun ini, ALVA tak merinci target penjualan. Yang terang, Putu bilang pihaknya berfokus pada pertumbuhan yang memprioritaskan peningkatan adopsi dan penguatan ekosistem.
Dari sisi segmen, ALVA melihat adopsi motor listrik meluas di kalangan pengguna dengan mobilitas tinggi. Selain itu, Putu menyebut minat sektor korporasi juga disebut menguat dalam mengadopsi kendaraan listrik roda dua.
“Oleh karena itu, ALVA juga secara aktif mendukung kebutuhan mobilitas korporasi melalui solusi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan bisnis,” imbuh Putu.
Baca Juga: Volume Ekspor Teh Hitam dan Hijau Turun 13% Jadi 28.000 Ton hingga November 2025
Selanjutnya: Tekanan di Bursa Saham Menjalar ke SBN, Begini Risikonya Terhadap Utang Pemerintah
Menarik Dibaca: Ginjal Rusak Akibat Asam Urat? Begini Cara Mencegahnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













