kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.839   48,00   0,29%
  • IDX 8.155   8,45   0,10%
  • KOMPAS100 1.149   3,01   0,26%
  • LQ45 837   4,46   0,54%
  • ISSI 287   -0,69   -0,24%
  • IDX30 438   4,47   1,03%
  • IDXHIDIV20 526   6,29   1,21%
  • IDX80 128   0,63   0,50%
  • IDXV30 143   1,53   1,08%
  • IDXQ30 141   1,49   1,06%

Danantara Pilih 16 Direksi SHD Pertamina & 12 Komisaris, Mars Ega Jadi Dirut SHD


Kamis, 05 Februari 2026 / 10:08 WIB
Diperbarui Kamis, 05 Februari 2026 / 10:14 WIB
Danantara Pilih 16 Direksi SHD Pertamina & 12 Komisaris, Mars Ega Jadi Dirut SHD
ILUSTRASI. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra Tindak Lanjuti Keluhan Konsumen (Dok/Pertamina)


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah situasi geopolitik global dan volatilitas harga energi dunia, PT Pertamina (Persero) terus melanjutkan transformasi untuk memperkuat perannya sebagai BUMN Energi dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan mengintegrasikan bisnis hilir ke dalam satu entitas terpadu.

Perseroan secara resmi menyatukan sub holding yang bergerak di sektor hilir yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), bergabung (merger) menjadi subholding downstream. PPN saat ini menjadi entitas penerima penggabungan.

Penggabungan dimaksud dilakukan melalui proses evaluasi yang mendalam termasuk melalui tahapan benchmarking terhadap perusahaan oil company sejenis lainnya.

Penyatuan ini akan menciptakan ekosistem bisnis yang berkesinambungan, mengintegrasikan proses pengolahan bahan bakar di kilang, distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia, hingga pemasaran produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan terintegrasinya rantai pasok hilir, Pertamina memastikan ketersediaan energi (Availability) yang lebih andal, aksesibilitas (Accessibility) yang menjangkau seluruh pelosok negeri, produk energi yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan lingkungan (Acceptability), serta harga yang kompetitif (Affordability). Selain itu, integrasi ini mempercepat transisi energi melalui pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon (Sustainability). 

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan. Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal.

“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon.

Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat. Integrasi yang dilakukan tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat maupun terhadap mitra bisnis dan pekerja, sebaliknya menargetkan penyediaan energi yang semakin handal untuk masyarakat melalui peningkatan kolaborasi lintas divisi serta memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa dan generasi mendatang dengan semangat Energizing Indonesia.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mengimplementasikan Asta Cita swasembada energi.

"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," tutup Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

Sementara itu, Kontan.co.id mendapat dokumen susunan pengurus SHD yang sudah final. 

Susunan Dewan Komisaris Subholding Downstream (SHD)

1. Komisaris Utama : Sabar Yudo Suroso

2. Wakil Komisaris Utama : Agustina Arumsari

3. Komisaris : Bambang Suswantono

4. Komisaris : Ahmad Erani Yustika

5. Komisaris : Wanti Waranei Franky Mamahit

6. Komisaris : Panel Barus

7. Komisaris : Tina Talisa

8. Komisaris : Andy Rachmianto

9. Komisaris : Ardhy N. Mokobombang

10. Komisaris Independen : Sudung Situmorang

11. Komisaris Independen : Siti Zahra Aghnia

12. Komisaris Independen : Prabunindya Revta Revolusi

Susunan Direksi Subholding Downstream (SHD)

1. Direktur Utama : Mars Ega Legowo Putra

2. Wakil Direktur Utama: Taufik Aditiyawarman

3. Direktur Transformasi, Digitalisasi, & Sustainability : Tenny Elfrida

4. Direktur Penunjang Bisnis : Putut Andriatno

5. Direktur Sumber Daya Manusia : Dewi Kurnia Salwa

6. Direktur Optimasi Hilir & Distribusi : Hari Purnomo

7. Direktur Kelembagaan & Kepatuhan : Kadek Ambara Jaya

8. Direktur Armada Logistik : Arif Yunianto

9. Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis : Joko Pranoto

10. Direktur Operasi Kilang : Didik Bahagia

11. Direktur Niaga : Erwin Suryadi

12. Direktur Pemasaran Retail : Eko Ricky Susanto

13. Direktur Pemasaran Korporat : Alimuddin Baso

14. Direktur Infrastruktur, Proyek, & Asset Integrity : Setyo Pitoyo

15. Direktur Manajemen Risiko : Rahman Pramono Wibowo

16. Direktur Keuangan : Bagus Agung Rahadiansyah

Selanjutnya: Arsenal Berpeluang Raih Quadruple Sejati yang Langka, Apakah Mungkin?

Menarik Dibaca: Ginjal Rusak Akibat Asam Urat? Begini Cara Mencegahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×