kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Strategi Bumi Resources (BUMI) Gaet Investor Global Setelah Masuk Indeks FTSE


Senin, 21 Agustus 2023 / 05:55 WIB
Strategi Bumi Resources (BUMI) Gaet Investor Global Setelah Masuk Indeks FTSE


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Entitas Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi bagian dari FTSE Global Equity Index dalam kategori small cap. Nantinya, BUMI akan resmi menjadi bagian indeks global itu pada 18 September 2023. 

Direktur & Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava, menyebut masuknya BUMI kembali ke indeks FTSE Global Equity merupakan perkembangan yang positif. 

"Ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan para pemegang saham serta lebih banyak menarik investor institusi," kata dia kepada Kontan, Minggu (20/8). 

Baca Juga: Kocok Ulang Indeks FTSE Russell, Ini Saham-Saham yang Masuk dan Terdepak

Dileep mengatakan, dengan posisi BUMI yang telah bebas dari utang merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki perusahaan. Pada Maret 2023, BUMI menggelar private placement dalam rangka konversi wajib obligasi.

Adapun private placement tersebut merupakan penanda bagi Bumi Resources karena sudah menuntaskan seluruh utang terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). 

 

Di sisi lain, meski ada normalisasi harga batubara pada paruh pertama 2023, BUMI masih mempertahankan target produksi batubara bisa mencapai 75 juta ton–80 juta ton di 2023. 

Pada semester I-2023, produksi batubara Bumi Resources mencapai 35,4 juta ton. Nilai itu meningkat 2% secara tahunan dari 34,5 juta ton di semester I-2022. 

Untuk mencapai target, Dileep menyebut BUMI harus bisa memproduksi sekitar 40 juta ton hingga 45 juta ton di paruh kedua ini. Ia optimistis target tersebut bisa tercapai. 

Baca Juga: Cermati Saham-Saham yang Banyak Dikoleksi Asing pada Selasa (15/8)

"Akan ada peningkatan volume produksi. Efek El Nino dan cuaca yang kering dapat meningkatkan produksi," jelas Dileep.  




TERBARU

[X]
×