Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) berupaya melanjutkan momentum pertumbuhan kinerja di tengah sejumlah tantangan yang masih membayangi industri otomotif. Emiten manufaktur komponen otomotif ini menargetkan pertumbuhan penjualan 10% pada tahun 2026.
Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengungkapkan DRMA telah menyiapkan berbagai langkah pendukung untuk meraih target pertumbuhan tersebut. DRMA menggelar sejumlah strategi, antara lain peluncuran produk baru, ekspansi pasar, serta penguatan kapabilitas manufaktur.
“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” ungkap Irianto dalam keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran Kerek Harga Minyak, APBN Terancam Tertekan
Optimisme DRMA terbangun dari capaian kinerja tahun 2025 yang mampu tumbuh di tengah berbagai tantangan di industri otomotif domestik. Merujuk laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/3/2026), penjualan neto DRMA naik 7,81% secara tahunan dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp 5,93 triliun sepanjang tahun lalu.
Penjualan di pasar domestik menguasai komposisi pendapatan DRMA, dengan mencetak kenaikan 7,65% (yoy) dari Rp 5,49 triliun menjadi Rp 5,91 triliun. Jumlah penjualan DRMA di pasar domestik setara dengan 99,66% dari total penjualan pada tahun 2025.
Sementara itu, penjualan DRMA ke pasar ekspor pada tahun lalu tercatat sebesar Rp 23,86 miliar. Nilai penjualan ekspor DRMA mengalami kenaikan 57,49% dibandingkan raihan Rp 15,15 miliar pada tahun 2024.
Secara bottom line, DRMA meraih laba bersih sebesar Rp 652,58 miliar pada tahun 2025. Meningkat 12,65% dibandingkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk DRMA pada tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 579,28 miliar.
Irianto menyoroti pertumbuhan penjualan DRMA jauh melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan. “Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini, karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” kata Irianto.
Dalam pencapaian ini, segmen roda dua (2W) kembali menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 62% dari total penjualan DRMA sepanjang 2025. Sementara segmen roda empat (4W) yang sempat mengalami perlambatan seiring dengan penurunan penjualan industri otomotif, telah mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III-2025.
Baca Juga: Revitalisasi Pabrik dan Diversifikasi Bisnis Jadi Andalan Pupuk Indonesia
Dari sisi perolehan laba, DRMA membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp 664,41 miliar pada 2025, atau Rp 613,5 miliar setelah penyesuaian negative goodwill. “Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” tambah Irianto.
Dari sisi aksi korporasi, DRMA telah mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp 41 miliar pada akhir November 2025. Akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur dan memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat, yang diharapkan semakin memperkuat portofolio bisnis DRMA.
Di luar bisnis inti otomotif, DRMA terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik alias Electric Vehicle (EV) dan energi terbarukan. Termasuk pengembangan auxiliary battery Lithium 12V yang sudah tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor serta Battery Energy Storage System (BESS) sebagai potensi pertumbuhan berkelanjutan.
DRMA telah menampilkan inovasi terbaru Battery Lithium 12V pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bulan Februari 2026 lalu. Selain itu, DRMA juga mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik.
Pengembangan fast charging station dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi merupakan bagian dari strategi DRMA untuk memperkuat ekosistem EV nasional. DRMA juga terus mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik (EV) yang sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, RI-Jepang Teken Kerjasama Sektor Mineral Kritis dan Nuklir
Dalam hal ini, DRMA menyediakan layanan konversi kendaraan roda dua ICE menjadi EV sebagai salah satu segmen dalam ekosistem terintegrasi Dharma Connect, DC Cross. "Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis EV dan sektor non-otomotif yang kian ekspansif," ungkap Irianto.
Tak hanya di pasar domesik, DRMA juga terus mengincar pasar luar negeri yang memiliki potensi besar. DRMA terus memperluas pasar ekspor, antara lain melalui peningkatan kapasitas produksi komponen wiring harness dan komponen otomotif lainnya untuk memenuhi permintaan pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Indonesia International Motor Show
- industri otomotif
- komponen otomotif
- kendaraan listrik
- Diversifikasi Produk
- Dharma Polimetal
- Irianto Santoso
- DRMA
- Saham DRMA
- Ekosistem EV
- fast charging station
- kinerja DRMA
- laba DRMA 2025
- penjualan DRMA 2025
- target DRMA 2026
- strategi bisnis DRMA
- akuisi PT Mah Sing Indonesia
- Battery Lithium 12V













