kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Revitalisasi Pabrik dan Diversifikasi Bisnis Jadi Andalan Pupuk Indonesia


Minggu, 15 Maret 2026 / 17:05 WIB
Revitalisasi Pabrik dan Diversifikasi Bisnis Jadi Andalan Pupuk Indonesia
ILUSTRASI. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi (KONTAN/Sabrina Mulia Rhamadanty)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) mempercepat transformasi bisnis untuk memperkuat efisiensi produksi, menjaga pasokan bahan baku, serta memperluas portofolio usaha di tengah kebutuhan pupuk yang terus meningkat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan daya saing industri pupuk nasional sekaligus mendukung program swasembada pangan.

Salah satu fokus utama perusahaan adalah peningkatan kapasitas produksi melalui pembangunan dan revitalisasi pabrik.

Dalam lima tahun ke depan, Pupuk Indonesia menyiapkan pembangunan serta revitalisasi tujuh pabrik guna meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama di RI, Kurangi Ketergantungan Impor

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan bahwa transformasi bisnis menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

“Bagi Pupuk Indonesia, transformasi bisnis merupakan keniscayaan melalui perbaikan revitalisasi pabrik yang diikuti penguatan tata kelola sebagai fondasi utama untuk menjaga kinerja perusahaan, dan yang utama untuk memperkuat kontribusi bagi keberlanjutan swasembada pangan Indonesia,” kata Rahmad dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026).

Selain memperkuat basis produksi, Pupuk Indonesia juga menyiapkan ekspansi bisnis melalui diversifikasi portofolio produk. Beberapa proyek yang tengah disiapkan antara lain pengembangan metanol dan turunannya, pengembangan bisnis clean ammonia, serta pengembangan layanan industrial support yang terkait dengan industri pupuk dan petrokimia.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis pupuk konvensional. Diversifikasi ini juga diproyeksikan membuka peluang pasar baru, termasuk untuk kebutuhan industri kimia dan energi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Bersubsidi Tersedia Sejak Hari Pertama 2026

Di sisi hulu, perusahaan juga memperkuat keamanan pasokan bahan baku melalui kerja sama internasional. Pupuk Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan PETRONAS Chemicals Group Berhad (PCG) untuk memperkuat rantai pasok urea dan amonia, serta dengan Somiphos dari Aljazair guna memastikan pasokan bahan baku fosfat.

Penguatan kolaborasi global tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan rantai pasok sekaligus memperkuat posisi Pupuk Indonesia dalam peta industri pupuk internasional.

Perusahaan juga aktif terlibat dalam berbagai forum industri global, antara lain sebagai permanent board member International Fertilizer Association (IFA) serta berpartisipasi dalam forum Argus Fertilizer Asia Conference dan konferensi iklim PBB Conference of the Parties (COP).

Transformasi bisnis yang dijalankan juga mencakup pembenahan organisasi dan pengembangan sumber daya manusia. Pupuk Indonesia menjalankan berbagai program penguatan kapabilitas organisasi untuk membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Di sisi lain, langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan juga berkontribusi pada tata kelola pupuk subsidi nasional. Efisiensi produksi dan distribusi tersebut turut mendukung kebijakan pemerintah dalam penyesuaian harga pupuk bersubsidi. Melalui efisiensi yang dihasilkan, pemerintah untuk pertama kalinya menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% pada Oktober 2025.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Genjot Revitalisasi Industri untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Strategi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan mandat penyaluran pupuk subsidi bagi petani menjadi salah satu faktor yang dinilai memperkuat posisi Pupuk Indonesia dalam industri pupuk nasional.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja, serta memastikan Pupuk Indonesia Grup dapat terus berkontribusi dalam mendukung swasembada pangan dan pembangunan ekonomi nasional,” ujar Rahmad.

Atas berbagai inisiatif tersebut, Pupuk Indonesia memperoleh sejumlah penghargaan dalam ajang Anugerah BUMN 2026. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi meraih penghargaan The Best CEO Visionary Leadership pada kategori BUMN dan Anak Perusahaan BUMN Tbk.

Secara korporasi, perusahaan juga meraih penghargaan Terbaik 1 untuk kategori Strategi Pertumbuhan Terbaik dan Kolaborasi Strategi Terbaik, serta Terbaik 2 untuk kategori Transformasi Organisasi Perusahaan Terbaik.

Baca Juga: Pasokan Batubara Dalam Negeri Terancam, Pupuk Indonesia Lakukan Penyesuaian

Sejumlah anak perusahaan Pupuk Indonesia turut meraih penghargaan dalam ajang tersebut. Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menerima penghargaan The Best CEO Visionary Leadership Anak Perusahaan BUMN. Sementara itu PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kujang meraih penghargaan Strategi Pertumbuhan Perusahaan Terbaik, serta PT Pupuk Kalimantan Timur memperoleh penghargaan Inovasi Bisnis Perusahaan Terbaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×