Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - CHENNAI. Zoho Corporation sebagai perusahaan teknologi yang memiliki 30 kantor global dan 18.000 karyawan di seluruh dunia ini mengaku jika ekspansi di tiap wilayah memiliki tantangan sendiri-sendiri.
CEO ManageEngine, Rajesh Ganesan bercerita, saat akan membuka data center di Arab Saudi pada 2024 tidak langsung berhasil memenuhi persyaratan. "Pada audit pertama, ManageEngine tidak berhasil memenuhi seluruh persyaratan,” cerita dia.
Kondisi berbeda dengan negara lain seperti Australia dan Kanada yang relatif longgar, Arab Saudi menerapkan regulasi yang sangat ketat melalui National Cybersecurity Authority (NCA).
Baca Juga: Ini Alasan Zoho Bertahan Tetap Menjadi Perusahaan Privat dan Belum IPO
Namun, pemerintah Arab Saudi memberikan pendampingan dan masukan yang konstruktif. Setelah melakukan perbaikan, perusahaan berhasil lulus audit dengan skor tinggi.
Pengalaman tersebut membantu ManageEngine memperkuat proses internal dan mempermudah perolehan sertifikasi di Uni Emirat Arab (UAE), termasuk DESE compliance. Kini, perusahaan secara resmi dapat menawarkan solusi ke instansi pemerintah di Arab Saudi dan UAE.
Pada tahun ini, Zoho Corporation membuka kembali dua data center baru di Dubai dan Abu Dhabi. Keberadaan dua data center ini membuat perusahaan ini memiliki 20 data center.
Rajesh memaparkan sebelumnya Arab Saudi bukan pasar utama ManageEngine. Tapi kini sejak pemerintah Arab Saudi yang menginginkan ekonomi tidak lagi bergantung pada minyak tertuang dalam Vision 2030 mengubah lanskap bisnis.
Dalam tiga tahun terakhir yakni 2023-2025, Arab Saudi masuk dalam tujuh pasar terbesar perusahaan secara global. “Arab Saudi kini menjadi salah satu pasar strategis utama kami untuk 5–10 tahun ke depan, termasuk investasi pada data center dan infrastruktur,” ujarnya.
Fokus Asia Tenggara dan Indonesia
Selain Timur Tengah, Asia Tenggara menjadi fokus ekspansi berikutnya. Negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih personal dibandingkan sekadar kehadiran merek global.
ManageEngine telah membuka kantor di Malaysia, memiliki kantor di Singapura, dan di Indonesia. Menurut Rajesh, pelanggan di kawasan ini menghargai pendekatan langsung, kesediaan untuk berdialog, dan pengembangan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Baca Juga: Zoho Corporation Bakal Kembangkan Pasar Lewat Strategi Hiper-Lokal
Untuk Indonesia, ManageEngine melihat peluang besar dalam lima tahun ke depan, terutama di sektor perbankan, manufaktur, dan BFSI. Tantangan keamanan siber di kawasan ini juga menjadi peluang pertumbuhan utama.
Terkait rencana pembangunan data center di Indonesia, Rajesh menegaskan bahwa perusahaan mengambil pendekatan yang hati-hati. ManageEngine membangun data center sendiri dari nol dan tidak menggunakan cloud pihak ketiga seperti AWS demi menjaga kebijakan privasi data.
“Tujuan kami jelas, membangun data center ultra-lokal di sebanyak mungkin negara. Indonesia termasuk dalam prioritas tersebut,” pungkasnya.
Selanjutnya: Elon Musk vs Sam Altman: Twitwar Soal Bahaya Teknologi AI
Menarik Dibaca: Gaya Hidup Urban Bikin Jasa Bersih-Bersih Lewat Aplikasi Kian Populer
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













