Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) mengejar perolehan kontrak baru sembari memacu diversifikasi bisnis. Aksi terbaru, MPXL telah melakukan penandatanganan kontrak perjanjian kerja sama tripartit dengan entitas anak PT PLN (Persero).
Kontrak ini terkait pengangkutan dan pemanfaatan limbah abu batubara. Perjanjian kerja sama tripartit ini terjalin antara PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya – MPX Logistics International – PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah.
Direktur & Corporate Secretary MPXL James S. Chandra mengungkapkan bahwa kontrak ini terkait dengan angkutan material untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cisokan, Kabupaten Bandung Barat. Kontrak kerja sama ini akan berlaku untuk satu tahun ke depan, dengan estimasi nilai kontrak sebesar Rp 19 miliar.
Baca Juga: MPX Logistics (MPXL) Targetkan Pendapatan Naik 50% di 2026, Cek Strateginya
"Penandatangan Perjanjian Kontrak ini memberikan kepastian jangka panjang atas kegiatan operasional MPXL dan berdampak positif terhadapat kinerja kondisi keuangan perusahaan," ungkap James dalam keterbukaan informasi pada Senin (26/1/2026).
Di samping mencari kontrak-kontrak baru, MPXL juga memacu diversifikasi bisnis. Aksi terbaru, MPXL telah mendirikan anak usaha baru, yakni PT Tambang Raya Sejahtera (TRS) pada 20 Januari 2026.
TRS menjalankan usaha dalam bidang perdagangan besar, yang meliputi perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas dan produk Yang Berhubungan Dengan Itu (YBDI) atau KBLI Nomor 46610, perdagangan besar logam dan bijih logam (KBLI Nomor 46620), perdagangan besar mineral bukan logam (KBLI Nomor 46641).
James menjelaskan bahwa pendirian entitas anak ini merupakan bentuk penunjang dari kegiatan usaha MPXL guna mengembangkan diversifikasi bisnis. Aksi ini diharapkan dapat memberikan pendapatan usaha dan ekspansi bagi MPXL Grup.
Dalam pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, Direktur Utama MPX Logistics International, Wijaya Candera mengungkapkan bahwa MPXL bakal mengoptimalkan strategi diversifikasi bisnis, termasuk dengan pengembangan angkutan komoditas. Selain menggarap bisnis pengangkutan material untuk kontruksi dan infrastruktur, MPXL juga akan mengangkut komoditas Crude Palm Oil (CPO).
Baca Juga: Strategi MPX Logistics (MPXL) Membidik Pertumbuhan Pendapatan 50% pada 2026
MPXL juga menggelar ekspansi pada segmen bisnis penjualan (trading). Tak hanya material semen curah dan fly ash, MPXL juga bakal menjajal bisnis penjualan batu split dan trading batubara. Wijaya optimistis pengangkutan CPO dan trading batubara bakal mengungkit pendapatan MPXL pada 2026.
"Target kami untuk 2026, mencapai minimal 50% pertumbuhan 2025 dari sisi pendapatan. Kalau dari sisi laba kami targetkan lebih baik dari 2025. Strateginya diversifikasi bisnis, dari trucking semen ke CPO dan trading batubara di pasar domestik," kata Wijaya saat dihubungi Kontan.co.id pada 26 Desember 2025.
Secara operasional, per September 2025 MPXL memiliki 137 unit armada truk dan enam unit armada alat berat. Seiring penambahan pelanggan, pada tahun ini MPXL menambah sekitar 20 unit armada truk.
MPXL menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 50 miliar pada tahun 2025. Tetapi, Wijaya menyampaikan penyerapan capex sampai akhir tahun kemungkinan hanya sekitar 50% dari anggaran.
Sisa dari dana tersebut akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan capex pada tahun 2026, yang diestimasikan mencapai Rp 50 miliar - Rp 100 miliar. MPXL bakal kembali menambah armada truk, khususnya untuk menopang diversifikasi bisnis ke angkutan CPO.
"Kami sudah mulai diversifikasi bisnis ke angkutan CPO dengan truk tangki. Ke depan kami akan perbanyak truk tangki CPO, sehingga tidak fokus hanya infrastruktur saja," tandas Wijaya.
Baca Juga: Jangkauan Logistik Nasional Meluas, PELNI Gandeng Pos Indonesia
Selanjutnya: Tanggapi Ancaman Trump, China: Kesepakatan dengan Kanada Bukan untuk Pihak Ketiga
Menarik Dibaca: Bahan Alami untuk Ginjal Sehat, Asam Urat Normal: Rahasia Alami Cegah Komplikasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













