kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Subsidi biodiesel diminta dihentikan


Senin, 18 Januari 2016 / 13:39 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anjloknya harga minyak bumi di kisaran US$ 30 per barel menjadi alasan kuat menghentikan sementara subsidi yang diberikan pemerintah terhadap industri biodiesel. Karena itu, sudah seharusnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDP) menghentian subsidi bagi industri biodiesel.

Hal itu dikatakan Pengamat Ekonomi Pertanian Bustanul Arifin, Senin (18/1). Ia bilang, bila subsidi terus diberikan di tengah pelemahan harga minyak dunia menjadi insentif yang salah. Sebab pemberian subsidi terhadap industri biodiesel hanya akan menguntunkan apabila harga minyak dunia berada di kisaran US$ 80 per barel.

Saat ini BPDP Sawit mengucurkan subsidi untuk industri biodiesel Rp 3.000 per liter "Tapi kalau harga minyak dunia dikisaran US$ 30 per barel seperti sekarang maka sudah tidak profitabel," ujar Bustanul.

Bustanul menjelaskan, angka subsidi biodiesel didapat karena pemerintah dan BPDP Sawit menggunakan asumsi harga minyak mentah dunia antara US$ 35 hingga US$ 40 per barel.

Ia menguslkan agar BPDP Sawit mulai fokus pada upaya melakukan kampanye positif terhadap komoditas kelapa sawit di dunia internasional. Kasus kebakaran lahan dan hutan yang melanda Indonesia belum lama ini, kata Bustanul, menjadikan citra kelapa sawit di dunia internasional makin terpuruk.

Ketua Umum Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB) Achmad Manggabarani menambahkan, pihaknya memahami selama ini BPDP Sawit baru mengucurkan dananya untuk subsidi ke industri biodiesel. Sebab dari semua tugas yang diamanatkan ke lembaga ini yang paling siap didanai baru industri biodiesel.

Namun tahun ini program replanting dan riset juga sudah siap untuk didanai. "Saya dengar Kementan juga telah menyiapkan lokasi di mana saja kebun sawit rakyat yang siap di replanting," ujar mantan Dirjen Perkebunan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×