Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA.. Di tengah meningkatnya permintaan pasar global terhadap material bangunan dan interior berbasis desain alami dan berkelanjutan, produk-produk asal Indonesia kian mendapat tempat di pasar ekspor.
Tren ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk menghadirkan inovasi material yang tidak hanya estetis, juga fungsional dan tahan terhadap berbagai kondisi iklim.
Salah satu produsen yang sudah mengekspor produknya adalah Enviro Craft by Charismatama. Sekitar 40% produknya sudah ekspor ke Amerika dan Eropa.
Dalam pameran ARCH:ID 2026 di ICE BSD City, Tangerang pada 23–26 April 2026., Enviro Craft by Charismatama, hadir dengan konsep booth bertajuk “After Tempo”.
Berpengalaman lebih dari 30 tahun, salah satu pemain material rotan sintetis premium itu menghadirkan eksplorasi anyaman sintetis dalam skala arsitektur hingga furnitur. Tidak hanya instalasi ruang, perusahaan ini juga memperkenalkan dua inovasi terbaru, yakni Enviroof sebagai solusi atap berbasis anyaman, serta Overlines, koleksi furnitur hasil kolaborasi lintas brand.
Baca Juga: XLSmart (EXCL) Bidik Spektrum 700 MHz & 2,6 GHz, Siap Dongkrak Kinerja dan 5G
Enviro Craft tahun ini menggandeng Barca Living dan Obssessionss. Kolaborasi ini menawarkan pendekatan baru dalam pemanfaatan material anyaman, yang tidak lagi sekadar elemen dekoratif, melainkan menjadi bagian integral dalam pembentukan ruang.
Founder dan Direktur Enviro Craft, Stanford S. mengatakan, melalui konsep After Tempo, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman ruang yang tidak hanya visual. “Desain tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga dirasakan melalui tekstur, detail, dan kualitas pengerjaan,” ujarnya, Kamis (23/4).
Dalan ajang itu, Enviro Craft juga memperkenalkan Enviroof. Material atap komposit yang dirancang untuk menjawab tantangan penggunaan material alami. Produk ini diklaim memiliki ketahanan warna hingga 20 tahun serta tahan terhadap cuaca ekstrem, sinar UV, jamur, dan serangga, tanpa menghilangkan estetika alami sirap ulin.
Sebagai perusahaan yang berawal dari furnitur rotan sintetis, Enviro Craft kini memperluas aplikasinya ke berbagai elemen arsitektur. Seperti fasad bangunan, ceiling, hingga instalasi artistik. "Kami selalu terbuka untuk setiap kesempatan berkolaborasi dengan arsitek dan desainer interior di Indonesia, maupun internasional,” tutup Stanford S.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













